PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Layanan pembayaran zakat fitrah di Masjid Agung Ar-Rahman, Kabupaten Pandeglang, ramai didatangi warga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sejumlah warga menunaikan zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah Ramadan.
Petugas melayani umat Islam yang membayar zakat fitrah di Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang.
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas masjid membuka layanan pembayaran zakat fitrah dalam bentuk beras 2,5 kilogram atau uang senilai Rp 40 ribu hingga malam terakhir Ramadan atau malam takbiran.
Panitia UPZ Masjid Agung Ar-Rahman, Opa Musthofa mengatakan, penerimaan zakat fitrah, infak, sedekah, zakat mal, dan fidyah sudah dibuka sejak Jumat pekan lalu. Layanan tersebut akan terus berlangsung hingga malam takbiran.
“Insyaallah kami menerima zakat fitrah, infak, sedekah, zakat mal, juga fidyah dimulai sejak hari Jumat kemarin dan berlangsung sampai malam takbiran. Pada malam takbiran itu juga sekaligus kami distribusikan hasil penerimaan zakat kepada masyarakat sekitar Masjid Agung,” kata Opa.
Ia menjelaskan, zakat yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar Masjid Agung Ar-Rahman, Kampung Keboncau, serta para fakir miskin dan warga yang beraktivitas di lingkungan masjid, seperti pedagang asongan, tukang parkir, petugas kebersihan, hingga penjaga makam.
Menurut Opa, jumlah penerimaan zakat tahun ini masih berjalan sehingga belum direkap secara keseluruhan. Namun, pihaknya memperkirakan angka penerimaan tidak akan jauh berbeda dari tahun lalu.
Berdasarkan data 2025, penerimaan zakat fitrah dalam bentuk beras tercatat sebanyak 300 kantong dari 300 muzaki. Sementara zakat fitrah dalam bentuk uang diterima dari 26 muzaki dengan total Rp 1.082.000.
Selain itu, zakat mal dari dua orang tercatat sebesar Rp 1.300.000.
Sedangkan infak dan sedekah dari 83 orang terkumpul sebesar Rp 753.000. Total penerimaan dalam bentuk uang pada tahun lalu mencapai Rp 3.135.000.
“Untuk tahun ini karena masih berlangsung, jadi belum direkap jumlah keseluruhannya. Tapi kemungkinan tidak jauh berbeda dengan tahun kemarin,” ujarnya.
Opa memaparkan, pada 2025 zakat fitrah berupa beras didistribusikan ke enam kampung di sekitar Masjid Agung sebanyak 111 kantong. Kemudian, 101 kantong disalurkan kepada warga di lingkungan masjid, seperti tukang parkir, pedagang, petugas kebersihan, petugas makam, dan lainnya. Sementara 72 kantong lainnya diberikan kepada sabilillah yang bertugas di lingkungan masjid.
Adapun dana zakat, infak, dan sedekah dalam bentuk uang digunakan untuk amil, biaya operasional, dan bantuan bagi guru ngaji di sekitar Masjid Agung.
Opa menegaskan, biaya operasional seperti kantong, amplop, kertas, dan kebutuhan lainnya diambil dari dana infak, bukan dari dana zakat.
Ia juga menilai antusiasme masyarakat membayar zakat fitrah di Masjid Agung Ar-Rahman cukup tinggi. Menariknya, para muzaki yang datang bukan hanya berasal dari warga sekitar, tetapi juga dari pemudik dan pekerja kantoran di area sekitar masjid.
“Karena Masjid Agung ini masjid kabupaten, jadi muzaki yang memberikan zakat di sini sebagian besar bukan hanya dari masyarakat sekitar, tapi juga dari pemudik yang sedang istirahat. Ada juga dari Polres, Kodim, Pemda, LP, dan lainnya karena lokasinya memang berada di pusat aktivitas,” ungkapnya.
Menurut Opa, keberadaan Masjid Agung Ar-Rahman sebagai masjid kabupaten membuat jangkauan penerimaan zakat menjadi lebih luas. Banyak pemudik yang singgah untuk beristirahat, kemudian melihat spanduk layanan penerimaan zakat dan akhirnya menunaikan kewajibannya di tempat tersebut.
Ia menambahkan, zakat fitrah bukan hanya menjadi kewajiban umat Islam di akhir Ramadan, tetapi juga sarana berbagi kebahagiaan dengan sesama menjelang Idul Fitri.
“Tujuan zakat fitrah ini salah satunya memberikan kebahagiaan dan kegembiraan kepada saudara-saudara kita yang kurang mampu, sehingga mereka juga bisa merasakan kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri,” tuturnya.
Editor: Agus Priwandono











