PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Arus balik Lebaran Idul Fitri 2026 di Terminal Kadubanen, Kabupaten Pandeglang, mulai mengalami peningkatan. Lonjakan penumpang tercatat mencapai sekitar 50 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, suasana terminal terlihat lebih ramai. Sejumlah pemudik yang hendak kembali ke kota perantauan mulai memadati area terminal dan menaiki angkutan umum untuk melanjutkan perjalanan.
Kasi Terminal pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang, Suhaedi, mengatakan peningkatan arus balik mulai terlihat sejak Senin (H+2).
“Untuk hari ini, Selasa, alhamdulillah arus balik mengalami peningkatan sekitar 40 sampai 50 persen. Kemungkinan nanti sore akan kembali meningkat, karena biasanya penumpang yang kembali bekerja mulai berangkat di waktu tersebut,” kata Suhaedi kepada Radar Banten, Rabu 25 Maret 2026.
Meski arus balik mulai terasa, Suhaedi menyebut aktivitas di Terminal Kadubanen belum sepenuhnya didominasi pemudik yang kembali ke perantauan. Menurutnya, mayoritas pergerakan penumpang justru masih berasal dari wisatawan.
“Sekitar 70 persen yang melintas di Terminal Kadubanen ini merupakan pengunjung dari luar Kabupaten Pandeglang yang menuju lokasi wisata,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kepadatan arus lalu lintas dari kawasan wisata seperti Carita turut memengaruhi waktu tempuh perjalanan penumpang. Bahkan, pergerakan kendaraan masih terjadi hingga dini hari.
“Ada penumpang yang baru sampai ke terminal sekitar pukul 02.00 WIB karena terjebak kemacetan dari arah wisata. Jadi arus kendaraan ini masih berlangsung sampai malam bahkan dini hari,” jelasnya.
Tak hanya itu, kendaraan dari luar daerah seperti Bogor juga masih terlihat melintas menuju kawasan wisata pada malam hari untuk menghindari kemacetan.
“Dari jam 00.00 WIB juga ada kendaraan dari Bogor yang melintas ke Kadubanen menuju wisata, karena mereka berangkat malam untuk menghindari macet,” tambahnya.
Bus Tujuan Bandung Sempat Penuh
Suhaedi mengungkapkan, jumlah penumpang pada arus balik tahun ini juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, sejumlah armada bus sempat mengalami kelebihan kapasitas.
“Seperti bus trayek Labuan-Bandung, kemarin sudah penuh saat tiba di terminal. Bahkan ada penumpang yang dialihkan ke kendaraan lain di Serang karena kapasitas sudah tidak mencukupi,” ungkapnya.
Meski demikian, jumlah armada bus yang beroperasi selama arus balik tidak mengalami penambahan signifikan. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, operator lebih banyak menambah ritase perjalanan.
“Kalau jumlah armada tidak terlalu signifikan, tapi ritase ditambah. Biasanya 70 sampai 80 rit per hari, saat Lebaran bisa mencapai sekitar 100 rit,” katanya.
Suhaedi pun mengimbau masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan saat menggunakan angkutan umum.
“Kami mengimbau agar penumpang tidak memaksakan naik jika kendaraan sudah penuh. Keselamatan harus tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Pemudik Pilih Balik Lebih Awal
Sementara itu, salah satu pemudik tujuan Bekasi, Yuyun, mengaku memilih kembali karena harus kembali bekerja keesokan harinya.
“Saya pulang sekarang karena besok sudah mulai kerja lagi. Kalau nunggu terlalu lama takutnya malah makin padat,” kata Yuyun saat ditemui di Terminal Kadubanen.
Menurut Yuyun, kondisi terminal mulai ramai, namun situasinya masih relatif tertib. Meski begitu, ia tetap mengantisipasi kemungkinan keterlambatan perjalanan akibat kemacetan.
“Memang sudah mulai ramai, tapi masih bisa naik kendaraan. Cuma khawatir di jalan macet, apalagi dari arah wisata,” ujarnya.
Ia berharap arus balik Lebaran tahun ini bisa berjalan lancar sehingga para pemudik dapat kembali ke tempat kerja dengan aman dan tepat waktu.
“Mudah-mudahan lancar sampai tujuan, tidak ada kendala di jalan,” pungkasnya.
Editor: Bayu Mulyana











