SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Minimnya lapangan kerja di Kota Serang menjadi perhatian serius setelah muncul kasus warga yang menjadi korban penipuan kerja hingga disekap di Kamboja. Kondisi ini dinilai mendorong masyarakat mencari pekerjaan ke luar negeri melalui jalur tidak resmi yang berisiko tinggi.
Fenomena tersebut mencerminkan tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat, terutama bagi mereka yang kesulitan mendapatkan pekerjaan layak di daerah sendiri. Selain itu, praktik pungutan dalam proses melamar kerja juga masih menjadi keluhan yang kerap terjadi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kini mendorong langkah strategis melalui percepatan investasi guna membuka lapangan kerja baru dan menekan angka pekerja migran ilegal.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyebut kasus penipuan kerja yang menimpa warga sebagai peringatan penting akan urgensi penyediaan lapangan kerja di daerah.
“Ini menjadi salah satu alasan kenapa saya terus mendorong investasi masuk ke Kota Serang. Banyak keluhan dari masyarakat, mereka bilang mencari pekerjaan itu sulit, bahkan untuk melamar kerja harus mengeluarkan biaya,” ujarnya, Jumat, 3 April 2026.
Ia menambahkan, kondisi ekonomi yang sulit membuat sebagian masyarakat terpaksa mengambil risiko dengan menerima tawaran kerja yang belum tentu aman dan legal.
“Sementara untuk kebutuhan sehari-hari seperti membeli beras saja mereka kesulitan. Bahkan mereka tahu, untuk masuk ke perusahaan tertentu harus membayar jutaan rupiah,” katanya.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Serang terus berupaya menghadirkan kawasan industri besar yang mampu menyerap tenaga kerja lokal secara masif, khususnya generasi muda.
Budi juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menghambat masuknya investasi ke daerah. Ia menegaskan, kepentingan masyarakat luas harus menjadi prioritas dibanding kepentingan kelompok tertentu.
“Saya berharap oknum-oknum yang selama ini menghambat investasi bisa berubah cara berpikir. Jangan hanya memikirkan kepentingan pribadi atau kelompok, tetapi pikirkan masa depan anak cucu kita,” tegasnya.
Ia menilai dampak minimnya lapangan kerja sudah sangat nyata, salah satunya terlihat dari kasus warga yang menjadi korban penyiksaan di luar negeri akibat tidak mampu memenuhi target kerja.
“Kita lihat sendiri, dampaknya sangat nyata. Ada warga kita yang sampai mengalami penyiksaan di luar negeri, bahkan disetrum, hanya karena tidak memenuhi target. Ini seperti yang sering kita lihat di film, tapi ini nyata terjadi,” ungkapnya.
Untuk itu, Budi mengajak seluruh masyarakat mendukung masuknya investasi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan warga Kota Serang.
“Saya pastikan investasi yang masuk ini jelas dan bukan seperti isu-isu yang berkembang, jadi tidak perlu digoreng atau disalahartikan,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











