LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menggelar talkshow sosialisasi pencegahan pelecehan seksual di ruang tunggu Stasiun Pasar Senen, Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama dengan komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS).
Wilayah Daop 1 Jakarta juga meliputi wilayah Stasiun Rangkasbitung. Sehingga dengan adanya acara tersebut dapat memberikan edukasi kepada semua penumpang.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Yakni pentingnya menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman, khususnya di lingkungan transportasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa pelecehan seksual merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. KAI mengimbau seluruh pelanggan untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengalami indikasi pelecehan seksual kepada petugas yang sedang berdinas,” ujar Franoto kepada RADARBANTEN.CO.ID dalam keterangan resminya, Rabu, 22 April 2026.
Franoto menegaskan bahwa KAI tidak akan mentolerir segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan operasionalnya. “Kami tegaskan, jangan coba-coba melakukan pelecehan seksual di lingkungan KAI. Pelaku akan diberikan sanksi tegas, mulai dari pelaporan kepada pihak kepolisian, penayangan identitas atau foto pelaku di area stasiun sebagai bentuk peringatan publik, hingga masuk dalam daftar hitam (blacklist),” terangnya. “Sehingga tidak diperkenankan menggunakan layanan kereta api dalam jangka waktu tertentu, bahkan permanen,” tegasnya.
Ia menambahkan, momentum Hari Kartini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap perempuan. “Sekaligus memperkuat upaya bersama dalam menciptakan lingkungan transportasi yang inklusif dan aman bagi seluruh pengguna jasa,” tuturnya.
Saat ini, KAI telah melakukan berbagai upaya pencegahan pelecehan seksual. Antara lain penyediaan toilet terpisah untuk laki-laki dan perempuan di kereta api jarak jauh, serta penyediaan gerbong khusus wanita pada layanan KRL.
Selain itu, pihaknya juga mememasang CCTV analytic di sejumlah titik, penyediaan kursi prioritas (female seat), pelaksanaan edukasi di stasiun dan sekolah, serta layanan pengaduan melalui Contact Center KAI 121.
Dalam sesi talkshow, para narasumber memberikan pemahaman mengenai bentuk-bentuk pelecehan seksual, langkah pencegahan, hingga mekanisme pelaporan yang dapat dilakukan baik oleh korban maupun saksi. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan keberanian masyarakat untuk bersikap dan melapor.
Editor : Rostinah











