LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Intensitas curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cirinten menyebabkan longsor di Kampung Cinangka, Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Selasa malam 28 April 2026.
Longsor tersebut menimbun sedikitnya satu hektare area persawahan milik warga yang telah ditanami padi dengan usia rata-rata 20 hingga 30 hari setelah tanam (HST).
Peristiwa longsor yang terjadi pada malam hari itu bukan yang pertama kali terjadi di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan bahwa sekitar satu hektare lahan sawah terdampak dan seluruh tanaman padi tertimbun material longsor sehingga dipastikan tidak dapat diselamatkan.
“Ya, lahan sawah di Desa Cibarani yang terdampak sekitar satu hektare, dan kondisi tanaman sudah tertimbun material longsor. Kemungkinan besar petani tidak bisa melakukan panen,” ujar Rahmat, Rabu 29 April 2026.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat tanaman padi berusia 20–30 hari setelah tanam tidak dapat dipertahankan akibat tertimbun material longsor.
Saat ini, Dinas Pertanian Kabupaten Lebak tengah melakukan pendataan terhadap petani yang terdampak bencana tersebut. Selain itu, pihaknya juga berencana mengusulkan bantuan kepada pemerintah daerah maupun pihak terkait untuk meringankan beban petani.
“Kami akan mengusulkan bantuan, baik berupa benih maupun bentuk dukungan lainnya, agar petani bisa kembali menanam,” tambahnya.
Editor: Mastur Huda











