slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Sekam

Tunggakan yang Tidak Biasa

Mashudi by Mashudi
07-05-2026 06:42:59
in Catatan Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Saat baru belajar jadi wartawan, selain diajari 5W+1H, saya juga diajari mencari angle. Mencari sisi menarik dari sebuah peristiwa. Tidak harus pe­ristiwa besar. Kadang justru yang kecil, yang unik, yang menggelitik, yang kontroversial, itu yang menarik perhatian pembaca. 

Ada satu pelajaran yang sampai se­karang masih saya ingat ketika diminta turun ke lapangan. “Jangan menulis yang biasa. Pembaca sudah bosan. Cari yang tidak biasa.” 

Baca Juga :

Si Kembar: Pendidikan dan Pengajaran

Yang Saya Dengar dari Timor Leste

Sangkanila dan Keberanian yang Menentukan

Kota Tumbuh, Masalah Ikut Tumbuh

Pelajaran itu sebenarnya sudah lama dikenal dalam dunia jurnalistik. Tokoh yang sering dikaitkan dengan ungkapan tersebut adalah Charles A. Dana, editor surat kabar Amerika Serikat abad ke-19.

Ia pernah mengatakan: “Jika seekor an­jing menggigit manusia, itu bukan berita, karena hal itu sering terjadi. Tetapi jika seorang manusia menggigit anjing, itu baru berita.”

Kalimat sederhana. Tapi sampai hari ini masih relevan untuk menje­las­kan apa itu nilai berita. Dalam dunia jurnalistik, sesuatu yang tidak biasa memang selalu lebih menarik perhatian dibanding hal yang sudah dianggap normal. Lalu diberi contoh lain. Pencurian motor di parkiran pasar, biasa. Tapi kalau pencurian motor terjadi di parkiran kantor po­lisi, itu menarik.

Dan sekarang, saya menemukan berita yang rasanya masuk kategori itu.

Sebanyak 8.180 kendaraan dinas pe­merintah ternyata menunggak pajak. Jumlah itu bagian dari total se­kitar dua jutaan kendaraan penung­gak pajak di Banten. Angka itu di­ung­kap Kepala Bapenda Banten Raden Berly Rizki Natakusumah.

Kepala Bapenda yang belum genap setahun menjabat itu bahkan sedang menyiapkan aturan khusus bagi ASN yang menunggak pajak kendaraan.

Pernyataannya saya kutip dari ra­dar­banten.co.id. “ASN merupakan wajib pajak. Jadi kedisiplinan mem­bayar pajak itu bagian yang tidak terpisahkan. Kita ingin ASN juga mem­beri teladan kepada masyarakat.”

CEK RANDIS: Petugas Bapenda Banten saat melaku­kan pengecekan randis yang menunggak pajak.

Kalimatnya bagus. Ideal. Dan me­mang seharusnya begitu. Makanya, ketika mendengar ada 8.000 lebih ken­daraan dinas pemerintah yang justru menunggak pajak, saya sempat berhenti sebentar. Lucu juga sih. Se­lama ini pemerintah begitu sema­ngat mengajak rakyat membayar pajak kendaraan tepat waktu. Ada bill­board besar di pinggir jalan. Ada slogan: “Pajak Anda untuk pem­ba­ngu­nan.” “Bayarlah pajak tepat waktu.” “Pajak untuk membangun jalan.”

Petugas juga sekarang makin aktif. Datang ke rumah-rumah. Mendatangi parkiran kantor. Bahkan parkiran mal. Tidak hanya itu. Masih ada ra­zia kendaraan penunggak pajak. Semua demi meningkatkan kepa­tuhan wajib pajak.

Lalu pemerintah juga sudah mem­beri kebijakan besar berupa pe­mutihan pajak. Tunggakan tahun-ta­hun sebelumnya dihapus. Tinggal bayar pajak tahun berjalan.

Kebijakan yang menurut saya cukup membantu masyarakat.

Karena kita tahu, tidak semua pe­nunggak pajak itu bandel. Ada yang me­mang sedang susah. Ada yang usahanya turun. Ada yang lebih dulu me­mikirkan biaya sekolah anak dibanding bayar pajak kendaraan.

Tapi kendaraan dinas pemerintah? Nah, ini yang menarik. Uangnya ada. Yang dipakai juga bukan uang pri­badi. Kenapa bisa menunggak? Dan kenapa jumlahnya bisa sampai ribuan? Delapan ribu kendaraan bukan angka kecil.

Ini bukan satu dua kendaraan yang lupa dibayar. Ini sudah terlihat seperti per­soalan tata kelola.

Kalau di perusahaan swasta, tung­gakan seperti itu pasti langsung ter­­catat sebagai kewajiban. Masuk pem­bukuan. Masuk evaluasi. Akan ada pertanyaan. Akan ada audit. Akan ada yang diminta menjelaskan. Kalau di pemerintahan, saya tidak ta­hu persis bagaimana mekanis­me­nya. Tapi logikanya sederhana. Kalau lembaga pemerintah masih memiliki ribuan kendaraan dinas yang menunggak pajak, tentu ada sesuatu yang perlu dibenahi terlebih dahulu di dalam.

Karena rasa-rasanya akan lebih nya­man memasang slogan “jadilah wajib pajak yang taat” ketika ken­da­raan pemerintahnya sendiri sudah lebih dulu tertib.

Apalagi Kepala Bapenda sendiri sudah menyampaikan bahwa ASN harus menjadi teladan. Dan memang be­gitu seharusnya. Sebab keteladanan selalu lebih kuat daripada sekadar imbauan.

Orang mungkin bisa lupa isi bill­board. Tapi publik tidak mudah lupa pada ironi.

Dan seperti pelajaran lama di dunia jur­nalistik, yang sering kali paling me­narik bukan peristiwa besarnya, melainkan letak kejanggalannya. Karena berita tentang tunggakan 8.000 kendaraan dinas ini sebenarnya bukan sekadar berita pajak. Ini angle tentang ironi. Tentang kontras antara imbauan dan kenyataan.

Tentang pemerintah yang me­ngingat­kan rakyat untuk taat, tapi di saat yang sama masih punya pe­kerjaan rumah di halaman kantornya sendiri.

Dan publik biasanya sangat peka terhadap hal-hal seperti itu. Sebab rakyat tidak selalu menuntut peme­rintah sempurna. Tapi rakyat selalu ber­harap pemerintah memberi contoh lebih dulu. (Mashudi)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Bupati Pandeglang Minta Bantuan Kementerian, Percepat Pembangunan Infrastruktur

Next Post

8 Ribu Randis di Banten Nunggak Pajak, Akademisi: Kepercayaan Publik Bisa Tergerus

Related Posts

Momentum Gerakan Kurangi Plastik
Catatan Sekam

Si Kembar: Pendidikan dan Pengajaran

by Mashudi
Senin, 4 Mei 2026 06:15

Dua hari lalu, tanggal 2 Mei. Kita mem­peringati Hari Pendidikan Nasional. Temanya besar. Tapi sederhana untuk dipahami. Yang tidak sederhana...

Read moreDetails

Yang Saya Dengar dari Timor Leste

Sangkanila dan Keberanian yang Menentukan

Kota Tumbuh, Masalah Ikut Tumbuh

Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Kota yang Sedang Bergerak

Menuntut Hukuman Berat

Naik Motor

Tidak Semua Ada di Resep

Catatan SEKAM

Next Post

8 Ribu Randis di Banten Nunggak Pajak, Akademisi: Kepercayaan Publik Bisa Tergerus

Teknologi Jepang Masuk Banten, Sampah Bisa Diolah Jadi Energi Uap Tanpa Pemilahan

Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Selesaikan Perkara Lewat Restorative Justice

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah Sebut Seren Taun Pasir Eurih Menjaga Warisan Adat Budaya

Kamis, 7 Mei 2026 07:50

Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Selesaikan Perkara Lewat Restorative Justice

Kamis, 7 Mei 2026 07:45

Teknologi Jepang Masuk Banten, Sampah Bisa Diolah Jadi Energi Uap Tanpa Pemilahan

Kamis, 7 Mei 2026 07:39

8 Ribu Randis di Banten Nunggak Pajak, Akademisi: Kepercayaan Publik Bisa Tergerus

Kamis, 7 Mei 2026 07:34
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Tunggakan yang Tidak Biasa

Kamis, 7 Mei 2026 06:42
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PPN/Bappenas, Selasa, 5 Mei 2026.

Bupati Pandeglang Minta Bantuan Kementerian, Percepat Pembangunan Infrastruktur

Rabu, 6 Mei 2026 22:45

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah Sebut Seren Taun Pasir Eurih Menjaga Warisan Adat Budaya

Kamis, 7 Mei 2026 07:50

Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Selesaikan Perkara Lewat Restorative Justice

Kamis, 7 Mei 2026 07:45

Teknologi Jepang Masuk Banten, Sampah Bisa Diolah Jadi Energi Uap Tanpa Pemilahan

Kamis, 7 Mei 2026 07:39

8 Ribu Randis di Banten Nunggak Pajak, Akademisi: Kepercayaan Publik Bisa Tergerus

Kamis, 7 Mei 2026 07:34
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Tunggakan yang Tidak Biasa

Kamis, 7 Mei 2026 06:42
Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PPN/Bappenas, Selasa, 5 Mei 2026.

Bupati Pandeglang Minta Bantuan Kementerian, Percepat Pembangunan Infrastruktur

Rabu, 6 Mei 2026 22:45

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah Sebut Seren Taun Pasir Eurih Menjaga Warisan Adat Budaya

by Nurabidin
Kamis, 7 Mei 2026 07:50

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID - Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah menghadiri acara Seren Taun Pasir Eurih Kecamatan Sobang, bertempat di lmah Gede...

Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Selesaikan Perkara Lewat Restorative Justice

by Mulyadi
Kamis, 7 Mei 2026 07:45

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tangerang kembali menerapkan pendekatan restorative justice (RJ) dalam penyelesaian perkara pidana. Dimana...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak