SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Provinsi Banten mulai menunjukkan penguatan sektor hilirisasi di tengah pertumbuhan investasi yang terus meningkat pada awal 2026. Pemerintah Provinsi Banten menilai, hilirisasi akan menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, sekaligus memperkuat daya saing industri.
Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, nilai investasi sektor hilirisasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp 7,06 triliun atau sekitar 20,52 persen dari total realisasi investasi sebesar Rp 34,4 triliun.
Investasi hilirisasi tersebut didominasi sektor mineral dan batuan, perkebunan, serta kelautan yang dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan.
Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti mengatakan, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa sektor hilirisasi di Banten mulai bergerak dan mendapat perhatian investor.
“Potensi hilirisasi di Banten masih sangat besar. Kami melihat peluang pengembangan industri berbasis pengolahan sumber daya lokal masih terbuka luas, baik di sektor mineral, industri pengolahan, maupun kelautan,” ujarnya.
Menurutnya, posisi geografis Banten yang strategis serta dukungan kawasan industri menjadi modal penting dalam pengembangan industri hilir di masa depan.
Selain memiliki akses langsung ke pelabuhan internasional dan jalur logistik nasional, Banten juga memiliki kawasan industri besar yang dapat mendukung pengembangan industri pengolahan berbasis nilai tambah.
Saat ini, investasi di Banten masih didominasi sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp 12,42 triliun atau 36,16 persen dari total investasi. Disusul industri kimia dan farmasi Rp 4,79 triliun serta industri logam dasar Rp 3,02 triliun.
Pemerintah Provinsi Banten menilai, sektor-sektor tersebut memiliki keterkaitan erat dengan penguatan hilirisasi industri di masa mendatang.
Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan, arah pembangunan investasi di Banten tidak hanya mengejar besarnya angka investasi, tetapi juga mendorong terciptanya nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, hilirisasi penting untuk memperkuat struktur ekonomi daerah agar tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah atau aktivitas industri dasar.
“Kami ingin investasi di Banten tidak hanya tumbuh secara angka, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar melalui penguatan industri hilir dan penciptaan lapangan kerja,” katanya.
Ia juga menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperkuat iklim investasi melalui percepatan pelayanan perizinan dan pengembangan infrastruktur penunjang industri.
Selain itu, Pemprov Banten mendorong pemerataan investasi hingga wilayah selatan Banten yang dinilai memiliki potensi besar di sektor perkebunan, pertanian, dan kelautan.
Sepanjang Triwulan I 2026, realisasi investasi di Banten mencapai Rp 34,4 triliun atau tumbuh 10,61 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menempatkan Banten di posisi keempat nasional realisasi investasi dengan kontribusi 6,9 persen terhadap total investasi Indonesia.
Dengan potensi industri, kawasan ekonomi, dan sumber daya alam yang dimiliki, Banten dinilai masih menyimpan ruang besar untuk pengembangan hilirisasi di berbagai sektor strategis.
Editor: Agus Priwandono











