SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten menargetkan lahirnya pemimpin birokrasi yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan melalui Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVI Tahun 2026.
Kepala BPSDMD Provinsi Banten, E.A. Deni Hermawan, mengatakan pelatihan tahun ini mengusung tema “Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Penguatan Perekonomian Rakyat serta Akselerasi Investasi dan Perdagangan dalam Mewujudkan Daya Saing Daerah”.
Menurut Deni, tema tersebut dipilih karena relevan dengan tantangan pembangunan yang dihadapi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat saat ini.
“Kami ingin melahirkan pemimpin yang mampu beradaptasi terhadap perubahan, memperkuat ekonomi rakyat, meningkatkan investasi, dan membangun daya saing daerah melalui kebijakan yang inovatif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat empat fokus utama dalam pelatihan tersebut. Pertama, penguatan kebijakan UMKM dan koperasi sebagai fondasi daya saing daerah. Kedua, transformasi tata kelola investasi dan pelayanan publik guna menciptakan iklim usaha yang kompetitif.
Ketiga, peningkatan daya saing produk lokal melalui transformasi sektor perdagangan. Keempat, pembangunan ekosistem kolaboratif yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Deni menegaskan, keberhasilan peserta tidak hanya diukur dari aspek akademik. Dalam sistem evaluasi PKN, proyek perubahan atau aktualisasi kepemimpinan menjadi komponen penilaian terbesar dengan bobot mencapai 50 persen.
“Peserta tidak hanya belajar teori. Mereka harus mampu menghasilkan inovasi dan perubahan nyata yang dapat diterapkan di instansi masing-masing,” katanya.
Selain itu, peserta juga akan mendapatkan materi mengenai kepemimpinan strategis, integritas, transformasi digital, kewirausahaan, hingga penguatan karakter kepemimpinan dari para narasumber tingkat nasional.
Menurut Deni, kebutuhan terhadap pemimpin yang adaptif semakin penting di tengah dinamika ekonomi global, percepatan digitalisasi, dan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang berkualitas.
“Melalui PKN ini kami berharap lahir pemimpin-pemimpin yang mampu menjadi motor transformasi birokrasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.
Ia optimistis para peserta mampu membawa perubahan positif di lingkungan kerjanya masing-masing setelah menyelesaikan pelatihan yang berlangsung hingga Oktober 2026.
Editor: Mastur Huda











