SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang menjadi pemerintah kabupaten/kota pertama di Provinsi Banten yang menerapkan e-Kinerja harian bagi aparatur sipil negara (ASN).
Penerapan sistem tersebut diperkuat melalui kegiatan coaching clinic e-Kinerja harian bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Kantor Regional III Bandung yang digelar BKPSDM Kota Serang.
Kepala BKPSDM Kota Serang, Murni mengatakan, saat ini baru Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Serang yang telah menerapkan e-Kinerja harian di wilayah Banten.
“Di Provinsi Banten saat ini baru Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Serang yang telah menerapkan e-Kinerja harian,” katanya, Rabu, (20/5).
Menurut Murni, penerapan e-Kinerja harian menjadi bagian penting dalam transformasi ASN digital di lingkungan Pemerintah Kota Serang. Seluruh aktivitas kerja ASN nantinya akan tercatat langsung di dalam sistem.
Ia menjelaskan, data e-Kinerja harian maupun bulanan akan menjadi dasar dokumentasi dan pendukung administrasi ASN secara digital dan terintegrasi.
Karena itu, BKPSDM Kota Serang menggelar coaching clinic untuk memperkuat pemahaman pegawai terkait implementasi sistem tersebut di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kami hanya melakukan coaching kepada lima orang per OPD. Nantinya mereka akan menjadi PIC dan menyampaikan kembali materi ini di OPD masing-masing,” ujarnya.
Murni mengungkapkan, berdasarkan hasil evaluasi BKN masih ditemukan disparitas data kepegawaian, termasuk sekitar 1.500 data Sasaran Kinerja Pegawai (SKP).
Namun setelah dilakukan penelusuran, persoalan tersebut terjadi karena data yang sudah final belum tersinkronisasi ke Sistem Informasi ASN (SIASN).
Menurutnya, penerapan e-Kinerja harian sebenarnya tidak rumit. ASN hanya perlu menuliskan pekerjaan yang benar-benar dikerjakan lengkap dengan dokumen pendukung atau eviden.
“Prinsipnya sederhana, tulis yang dikerjakan dan kerjakan yang ditulis,” kata Murni.
Ia menilai sistem tersebut akan membuat pola kerja ASN lebih tertata dan transparan. Selain itu, penerapan e-Kinerja juga menjadi bagian dari sistem manajemen talenta ASN yang mulai diterapkan Pemerintah Kota Serang.
Dengan sistem itu, jalur karier ASN dinilai akan lebih objektif karena berbasis capaian kerja dan kompetensi.
“Tidak ada lagi istilah siapa dekat dengan siapa atau siapa berada di belakang siapa. Semua tercatat berdasarkan kinerja dan kompetensi masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan coaching clinic dipandu langsung oleh tim BKN Kantor Regional III Bandung dan akan dilanjutkan dengan monitoring di setiap OPD.
Murni meminta peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berdiskusi terkait kendala teknis yang dihadapi dalam penerapan e-Kinerja harian.
Ia berharap implementasi sistem digital ASN di Kota Serang dapat berjalan optimal dan meningkatkan profesionalisme pegawai di lingkungan pemerintahan.
Selain itu, BKPSDM Kota Serang bersama BKN juga terus menghadirkan inovasi dan aplikasi pendukung mobilitas ASN secara nasional.
Melalui sistem tersebut, data jabatan, kinerja, hingga tunjangan pegawai nantinya dapat diakses secara transparan dan terintegrasi di seluruh Indonesia.
Editor: Bayu Mulyana









