SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong lahirnya generasi petani muda melalui berbagai program modernisasi pertanian.
Langkah ini dilakukan untuk mengatasi persoalan regenerasi petani yang saat ini didominasi kelompok usia di atas 50 tahun.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Nasir, mengatakan pihaknya telah membentuk berbagai program yang melibatkan anak muda dalam sektor pertanian.
Program tersebut antara lain pembentukan kelompok Petani Muda Milenial, penunjukan duta pertanian atau agriculture ambassador, hingga pembentukan Brigade Pangan.
Menurut Nasir, Brigade Pangan menjadi salah satu program unggulan karena memberikan kesempatan kepada kalangan muda, termasuk sarjana pertanian, untuk mengelola kawasan pertanian secara profesional.
“Kita buat kelembagaan baru berupa brigade pangan itu ada manajemen pengelolaannya sarjana anak muda yang mengelola hamparan 150 hektare, di-support dari hulu ke hilir, alat-alat mesinnya semua disupport,” ujarnya, Rabu 17 Juni 2026.
Selain itu, Dinas Pertanian Banten juga mulai mengembangkan konsep smart farming atau pertanian modern berbasis teknologi.
Sistem ini memungkinkan pengelolaan tanaman dilakukan secara lebih presisi menggunakan teknologi digital dan Internet of Things (IoT).
Nasir mencontohkan penerapan smart screenhouse yang memungkinkan budidaya tanaman bernilai ekonomi tinggi di lahan terbatas.
Melalui teknologi tersebut, kebutuhan tanaman seperti suhu, kelembaban, hingga pemupukan dapat dikendalikan secara otomatis.
Upaya regenerasi juga dilakukan melalui program magang pertanian ke Jepang. Pada April 2026 lalu, sebanyak 21 pemuda asal Banten diberangkatkan untuk mempelajari teknologi pertanian modern di Negeri Sakura.
Pemerintah berharap para peserta magang dapat menerapkan pengalaman dan teknologi yang diperoleh selama di Jepang ketika kembali ke tanah air.
“Begitu pulang mereka bisa mereplikasi apa yang mereka lakukan di sana mereka terapkan sehingga pertanian Banten ini bisa membaik regenerasinya,” kata Nasir.
Ia menambahkan, keberhasilan regenerasi petani tidak cukup hanya melalui pelatihan. Dukungan sarana dan alat pertanian modern juga menjadi faktor penting agar generasi muda tertarik menekuni sektor pertanian.
“Begitu pulang ke sini, kan enggak nyangkul lagi juga. Makanya harus difasilitasi alat-alat berbasis modern,” ujarnya.
Melalui berbagai program tersebut, Pemprov Banten berharap sektor pertanian dapat menjadi bidang usaha yang modern, produktif, dan diminati generasi muda.
Editor: Abdul Rozak











