CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Kisah penemuan bayi perempuan di Perumahan Metro Grand Cendana, Kelurahan Kebondalem, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, mengetuk hati banyak orang. Salah satunya, Rita Rustiyaningsih (34), seorang guru asisten keperawatan yang langsung mengajukan diri untuk menjadi orang tua asuh bayi tersebut.
Rita mengaku tergerak setelah melihat pemberitaan mengenai bayi yang ditemukan warga dalam kondisi masih bertali pusar dan ditinggalkan orang tuanya di dekat aliran sungai. Perempuan asal Yogyakarta yang kini tinggal bersama suaminya di kawasan Jombang Wetan, Kota Cilegon, itu mengaku niat mengasuh bayi tersebut muncul begitu saja dari dalam hatinya.
“Saya lihat berita itu, kemudian merasa terpanggil. Kebetulan suami juga mendukung. Suami bilang, ya sudah kalau memang terpanggil, kita rawat saja,” tutur Rita kepada Radar Banten, Senin, 22 Juni 2026.
Tanpa menunggu lama, Rita bersama suaminya langsung mendatangi lokasi tempat bayi dirawat dan bertemu dengan Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon untuk mencari informasi terkait prosedur pengajuan pengasuhan. Keinginannya untuk merawat bayi tersebut juga tidak lepas dari perjalanan hidup yang telah ia lalui. Selama ini dirinya telah empat kali mengalami keguguran dan belum dikaruniai anak.
“Saya sudah pernah keguguran empat kali. Jadi saya berpikir, bismillah, siapa tahu memang ini jodohnya. Waktu saya gendong bayinya juga saya solawati. Rasanya ada ikatan batin yang sulit dijelaskan,” ujarnya.
Rita mengungkapkan, dirinya telah melengkapi seluruh persyaratan administrasi yang diminta Dinas Sosial Kota Cilegon. Bahkan, sebagai bentuk keseriusan, ia dan suaminya mulai menyiapkan tempat tinggal yang layak untuk calon anak asuhnya tersebut.
“Hari ini kami bahkan sudah akad rumah. Awalnya tidak ada rencana membeli rumah di Cilegon. Tapi karena ingin menyiapkan masa depan anak dengan baik, kami berusaha mempersiapkan semuanya,” tuturnya.
Sebagai tenaga kesehatan yang berpengalaman merawat lansia dan mengajar asisten keperawatan, Rita merasa memiliki bekal untuk memberikan perhatian dan pengasuhan yang baik bagi seorang anak. Dukungan juga datang dari keluarga besarnya di Yogyakarta. Bahkan sejak lama, keluarganya telah menyarankan agar dirinya mempertimbangkan mengadopsi anak.
“Keluarga sangat mendukung selama saya bertanggung jawab terhadap pendidikan, masa depan, dan kesehatan mental anak,” katanya. Meski menyadari banyak pihak yang juga mengajukan permohonan untuk mengasuh bayi tersebut, Rita tetap optimistis dan menyerahkan seluruh proses kepada ketentuan yang berlaku.
“Tadi dari Dinsos saya mendapat informasi kalau yang mengajukan sudah banyak. Saya pendaftar ke-10. Tapi saya berharap ketulusan dan kesiapan lahir batin kami bisa menjadi pertimbangan,” ucapnya. Rita berharap, siapa pun nantinya yang dipercaya untuk mengasuh bayi tersebut dapat memberikan masa depan terbaik bagi sang anak.
“Harapan saya satu, semoga dia menjadi anak yang salehah, sehat, dan tumbuh dengan baik. Saya hanya berikhtiar dan menyiapkan segala sesuatu, baik moril maupun materiil, untuk masa depannya,” pungkasnya.
Editor : Rostinah









