RADARBANTEN.CO.ID – Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) yang mengikuti kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) 2026, menggelar pelatihan pembuatan sambal kerang hijau pada Sabtu, 27 Juni 2026 di Perum Mina Bakti, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.
Melalui praktik pengolahan secara langsung, tim dosen dan mahasiswa memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat, khususnya keluarga nelayan sero (istri para nelayan) mengenai teknik mengolah kerang hijau hasil budidaya lokal menjadi produk sambal yang bernilai tambah. Bahkan, berpotensi untuk dikembangkan sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkelanjutan.
Dalam pelatihan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai potensi ekonomi sumber daya pesisir, tetapi juga mempraktekkan secara langsung setiap tahapan pembuatan sambal kerang hijau.
Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan produk. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal secara mandiri.
Pelatihan yang dimulai pada sore hari ini berlangsung dengan lancar dan disambut antusias oleh masyarakat Perum Mina Bakti. Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif mengikuti setiap sesi praktik dan berdiskusi mengenai peluang pengembangan produk olahan hasil laut.
Suasana pelatihan pun berlangsung interaktif, edukatif, dan penuh semangat, mencerminkan tingginya minat masyarakat dalam mengembangkan potensi sumber daya alam menjadi produk bernilai ekonomi.
Kerang hijau dipilih sebagai bahan utama karena merupakan hasil budidaya yang cukup melimpah di wilayah pesisir Kasemen. Melalui pengolahan menjadi sambal siap konsumsi, hasil laut yang sebelumnya memiliki nilai jual terbatas dapat diubah menjadi produk yang lebih bernilai dan memiliki peluang pasar yang lebih luas.
Sambal kerang hijau yang diproduksi dalam pelatihan ini dibuat menggunakan bahan-bahan alami tanpa tambahan pengawet maupun pemanis buatan. Dengan cita rasa khas rumahan (homemade), produk ini menawarkan alternatif olahan laut yang lezat, aman dikonsumsi, dan dapat dijangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan dan Penanggung Jawab Project Sambal Kerang Hijau PMM UNTIRTA 2026 Desa Kasemen, Putri Risa Fatmawati, M.Si., mengatakan, pelatihan ini dapat mendorong masyarakat untuk mengolah potensi lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi, sekaligus menjadi langkah awal dalam mengembangkan UMKM yang berdaya saing.
“Kami berharap masyarakat Desa Kasemen semakin berdaya dalam mengelola potensi sumber daya alam yang dimiliki. Inovasi pengolahan kerang hijau menjadi sambal khas pesisir diharapkan mampu mendorong tumbuhnya UMKM berbasis potensi lokal, meningkatkan nilai tambah hasil laut, serta mendukung kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Banten,” ucapnya.
Jume, salah satu warga yang juga peserta pelatihan ini mengaku banyak mendapatkan manfaat tentang cara pengolahan kerang menjadi produk makanan bernilai ekonomi.
“Pelatihannya mudah dipahami dan sangat bermanfaat. Semoga ilmu yang kami dapat bisa kami kembangkan menjadi peluang usaha kedepannya,” ucapnya.
Tim PMM UNTIRTA 2026 mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DPPM Kemendiktisaintek) atas dukungan pendanaan melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM), program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM), serta kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNTIRTA atas seluruh dukungan selama pelaksanaan program pelatihan sehingga pengabdian kepada masyarakat ini dapat berjalan dengan lancar.











