SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Seorang warga Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) 2, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, mengaku menjadi korban teror yang diduga dilakukan seorang pria misterius. Teror tersebut disebut terjadi berulang kali dan disertai pesan ancaman terhadap korban beserta keluarganya.
Kasus itu kini telah dilaporkan ke Polres Serang dan masih dalam proses penyelidikan oleh Satreskrim Polres Serang.
Korban, Zaenal Muttaqin, mengatakan peristiwa tersebut bermula pada Kamis 25 Juni 2026 saat dirinya sedang bekerja. Ketika itu, di rumah hanya ada istri dan anaknya.
“Kejadian pertama kali waktu saya sudah berangkat kerja. Di rumah hanya ada istri dan anak. Ada orang tidak dikenal datang ke rumah,” kata Zaenal, Jumat 3 Juli 2026.
Menurut Zaenal, awalnya istrinya mengira pria tersebut hendak menanyakan alamat. Namun, situasi berubah ketika orang itu diduga berusaha masuk ke dalam rumah.
Merasa takut, istrinya segera masuk ke rumah dan mengunci pintu. “Istri saya ketakutan dan langsung mengunci rumah,” ujarnya.
Zaenal mengungkapkan, pria yang sama diduga kembali mendatangi rumahnya keesokan harinya sekitar pukul 07.45 WIB. Saat itu, pelaku mengetuk pintu rumah dan diduga melakukan tindakan yang mengarah pada pelecehan seksual sebelum akhirnya melarikan diri setelah korban berteriak meminta pertolongan.
Beberapa hari kemudian, pria tersebut kembali datang. Kali ini, ia meninggalkan selembar karton berisi tulisan serta beberapa potong pakaian dalam perempuan di depan rumah korban.
Menurut Zaenal, isi tulisan pada karton tersebut berisi ancaman pembunuhan dan kalimat yang mengarah pada kekerasan seksual terhadap keluarganya.
“Ada pesan teror yang ditulis di kertas karton dan beberapa pakaian dalam perempuan. Isi pesannya mengarah pada pelecehan seksual,” katanya.
Merasa keselamatan keluarganya terancam, Zaenal kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat dan Polres Serang.
Ia berharap aparat kepolisian segera mengungkap identitas pelaku agar keluarganya dapat kembali merasa aman.
“Harapan saya, pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus teror ini supaya saya dan keluarga bisa kembali merasa aman,” ujarnya.
Terpisah, Kasat Reskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut.
Menurutnya, penyidik saat ini masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan motif di balik aksi teror tersebut.
“Sedang dilakukan penyelidikan,” kata Andi.
Ia juga membenarkan bahwa berdasarkan laporan korban, dugaan teror tersebut terjadi lebih dari satu kali dan disertai ancaman terhadap korban beserta keluarganya.
“Korban mendapatkan ancaman berulang kali,” ujarnya.
Editor: Mastur Huda











