SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Puskesmas Jawilan, Kabupaten Serang, mencatat sebanyak 9.258 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Januari hingga Juni 2026. Jumlah kasus diperkirakan terus meningkat seiring masuknya musim kemarau yang menyebabkan kondisi udara lebih kering dan berdebu.
Kepala Puskesmas Jawilan, Imas Migiarti, mengatakan kasus ISPA mengalami peningkatan pada musim kemarau karena tingginya paparan debu yang mudah terhirup masyarakat.
“Kasus meningkat di semua klaster. Paling banyak terjadi pada klaster dua, yakni balita, kemudian lansia. Faktornya dipengaruhi cuaca ekstrem dan musim kemarau yang menyebabkan banyak debu beterbangan,” ujarnya.
Selain balita dan lansia, kelompok masyarakat yang juga rentan terserang ISPA yakni penderita penyakit kronis, perokok, serta ibu hamil.
Imas menjelaskan, sebagian besar kasus ISPA disebabkan oleh infeksi virus yang memicu berbagai gejala, seperti batuk, pilek, hingga demam.
“Penularannya juga sangat cepat. Karena itu kami mengimbau masyarakat memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika datang ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, sejak Januari hingga Juni 2026, Puskesmas Jawilan telah menangani sebanyak 9.258 kasus ISPA.
Untuk menekan penyebaran penyakit tersebut, pihaknya terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan. Di antaranya menghindari kontak langsung dengan penderita ISPA, menggunakan masker saat berada di luar rumah, serta menjaga pola makan bergizi seimbang guna meningkatkan daya tahan tubuh.
“Pencegahan sangat penting karena penularan ISPA berlangsung cepat. Yang paling utama adalah menjaga daya tahan tubuh dengan memenuhi asupan gizi seimbang. Itu menjadi kunci utama untuk mencegah ISPA,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











