SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang tengah menyusun kurikulum muatan lokal yang berfokus pada sejarah dan kebudayaan Kota Serang serta Banten. Kurikulum tersebut ditargetkan mulai diterapkan di seluruh jenjang SD dan SMP pada tahun ajaran 2027.
Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, penyusunan kurikulum tersebut merupakan bagian dari perumusan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD). Melalui kebijakan itu, peserta didik diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami sejarah dan identitas budaya daerahnya.
“Kami sedang menyusun Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah. Dalam proses pendidikan nanti juga akan dimasukkan kurikulum muatan lokal di seluruh satuan pendidikan. Ini penting agar anak didik benar-benar memahami sejarah lokalitas kita,” kata Nuri, Senin, 13 Juli 2026.
Menurutnya, materi yang diajarkan tidak hanya mengulas tokoh-tokoh besar dalam sejarah Banten, tetapi juga mengenalkan situs-situs bersejarah, Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), hingga nilai-nilai perjuangan para pendahulu.
Ia mencontohkan perjuangan Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan Pangeran Aryadillah sebagai bagian dari nilai sejarah yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
Selain itu, sekitar 3.000 Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) yang tersebar di wilayah Banten juga akan diperkenalkan kepada para siswa.
“ODCB sementara ada sekitar 3.000 yang terdata. Minimal anak didik mengetahui bahwa Kota Serang dan Banten memiliki jejak sejarah yang panjang. Mereka harus memiliki historical root atau akar sejarah tempat mereka lahir,” ujarnya.
Tak hanya melalui materi pelajaran, Dindikbud Kota Serang juga akan memperkuat pendidikan karakter melalui lagu-lagu bertema pendidikan dan kebudayaan yang telah diaransemen ulang agar lebih mudah diterima generasi muda.
Nuri berharap, upaya tersebut mampu menjaga identitas budaya masyarakat di tengah pesatnya pembangunan Kota Serang.
“Suasana kesejarahan dan budaya itu harus tetap melekat di Kota Serang. Ketika Kota Serang menjadi kota maju, masyarakatnya tidak boleh tercabut dari akar budayanya,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











