LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak memastikan harga kebutuhan bahan pokok di 13 pasar tradisional yang menjadi lokasi pemantauan masih relatif stabil.
Ketiga belas pasar tersebut meliputi Pasar Rangkasbitung, Citeras, Warunggunung, Maja, Cikukur, Cipanas, Muncang, Banjarsari, Malingping, Wanasalam, Bayah, Cikotok, dan Cilograng. Meski terdapat kenaikan maupun penurunan pada sejumlah komoditas, secara umum fluktuasi harga masih dinilai dalam batas wajar dan belum mengganggu stabilitas pasar.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Lebak, Yani, mengatakan hasil pemantauan terbaru menunjukkan kondisi harga bahan pokok masih terkendali.
“Secara umum kondisi harga bahan pokok di 13 pasar tradisional Kabupaten Lebak masih relatif stabil. Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan maupun penurunan harga, namun perubahannya masih dalam batas yang wajar,” ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.
Ia menjelaskan, beberapa komoditas mengalami penyesuaian harga. Daging ayam broiler, misalnya, naik menjadi Rp33 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp32 ribu per kilogram. Sementara harga minyak goreng curah tercatat sebesar Rp18.500 per kilogram.
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga, antara lain beras IR KW I, minyak goreng kemasan premium, Minyakita, daging kerbau, dan telur ayam ras.
“Perubahan harga tersebut merupakan dinamika yang biasa terjadi di pasar dan masih dapat dikendalikan,” katanya.
Yani mengatakan, hasil pemantauan harga tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam mengambil langkah apabila terjadi lonjakan harga maupun gangguan distribusi bahan pokok.
“Kami akan terus melakukan pemantauan harga secara berkala guna menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat,” katanya.*
Editor : Krisna Widi Aria











