SERANG – Dua komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor diringkus Unit Jatanras Reskrim Polres Serang. Dari dua kelompok ini, sebanyak tujuh tersangka berhasil ditangkap dari tempat yang berbeda.
Lima pelaku dari kelompok Serang Utara di antaranya Anjar, Opan, Satori, Jajat dan Maman. Sementara kelompok Sumatera terdiri dari dua orang, Iwan dan Alif.
Kasat Reskrim Polres Serang, AKP Arrizal Samelino, mengatakan kelompok Serang Utara kerap beraksi dengan menggunakan kendaraan roda empat sewaan. Mereka mengintai korbannya yang lengah karena menyimpan kendaraan di depan halaman dan tidak mengunci rumah.
“Sasarannya sekitaran dalam Kota Serang. Sementara untuk kelompok Sumatera, mengincar kendaraan yang terparkir di sembarang tempat,” terang AKP Arrizal didampingi Kaur Reskrim, Iptu Atip Ruhyaman saat ekspose di gedung Satreskrim, Selasa (8/12/2015).
Kasat menjelaskan pengungkapan kasus curanmor tersebut berawal dari laporan warga. Setelah dilakukan penyelidikan, tim Jatanras yang dipimpin Ipda Shilton langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap para pelaku. Kasat menuturkan, jika rata-rata Tempat Kejadian Perkara (TKP) terjadi di dalam rumah maupun halaman rumah. Modusnya melarikan kendaraan saat pemilik lengah.
“Mereka kita tangkap kemarin, jadi modus mereka ini cukup berani. Ketika melihat ada motor di halaman maupun pintu rumah tidak dikunci, mereka langsung masuk untuk mengambil kunci dan membawa lari motor,” kata Kasat.
Sala satu barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya, sebuah kendaraan motor dengan merek Yamaha X-Ride yang nomor polisinya dipalsukan. “Kita imbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan memastikan pintu-pintu rumah dalam kondisi terkunci ketika akan berpergian maupun akan istirahat,” katanya.
Pengakuan tersangka Anjar, kendaraan yang digunakan untuk operasi merupakan mobil sewaan dengan harga Rp250 ribu per hari. Kendaraan hasil curian tersebut kemudian dijual ke Maman seorang penadah asal Kasemen, Kota Serang. Motor yang dicuri harganya bervariasi dari Rp2 juta hingga Rp3 juta. “Kan nggak tentu setiap operasi berhasil. Kadang gagal juga seperti kemarin, lima hari gagal terus,” kata Anjar. (Wahyudin)







