SERANG – Sebanyak 14 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Banten pada triwulan IV Provinsi Banten Tahun Anggaran 2015 mendapatkan rapor merah atau deviasinya tinggi secara keuangan. Sementara dari data yang dihimpun Radar Banten Online, secara Progres Deviasi Fisik ; 27 SKPD dengan Deviasi rendah, 11 SKPD dengan Deviasi sedang atau mendapatkan rapot kuning dan 4 SKPD dengan Deviasi tinggi.
Saat ditanya terkait SKPD mana saja yang mendapatkan rapot merah baik secara progres fisik dan keuangan, Kepala Biro Ekbang Provinsi Banten, E Kusmayadi masih merahasiakannya. Menurutnya, data tersebut masih bisa berubah hingga penyerapan berakhir.
“Pencairan masih ada waktu hingga besok, nanti pada lima Januari 2016 setelah penyerapan selesai akan saya sebutkan semuanya. Untuk sementara ini tidak bisa,” kata Kusmayadi saat ditemui setelah rapat evaluasi triwulan IV di pendopo Gubernur Banten KP3B. Senin (28/12/2015).
Sementara itu, Gubernur Banten, Rano Karno mengatakan, dari rapat evaluasi triwulan, sejumlah SKPD masih ditemukan yang serapan anggaran di bawah 80 persen. Beberapa SKPD tersebut, di antaranya ; Dinas Bina Marga dan Tata Ruang (DBMTR), Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman (DSDAP) dan Dinas Pendidikan (Dindik). “Tapi katanya hari ini banyak SKPD yang melakukan pencairan. Misalnya Dindik, jika dengan pencairan hari ini, mencapai 80 persen,” ujarnya.
Rano melanjutkan, dirinya akan segera melakukan penijauan kepada SKPD baik yang rendah maupun tinggi serapan anggaranya. “Peninjauan pasti saya lakukan, bukan cuma yang rendah yang tinggi juga sama. Yang rendah harus di evaluasi, yang tinggi harus diperiksa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Engkos Kosasih Samanhudi mengatakan, dari total anggaran Rp410 miliar, penyerapan sudah mencapai 87 persen. “Yang belum terserap untuk kegiatan seperti pengadaan buku, sertifikasi yang proses pelelangannya membutuhkan waktu,” kata Engkos. (Bayu)








