Puber kedua merupakan persoalan psikologi kaum adam yang sulit dihindari. Para suami yang telah menginjak usia 30 tahun ke atas, mengalami sindrom rindu masa pacaran usia muda. Biasanya sih, ditandai dengan perubahan cukup signifikan. Mayoritas perubahan terjadi pada hal penampilan, seperti senang bersolek, berpenampilan rapi, dan lain-lain.
Salah satunya dialami rumah tangga Soibah (50), nama samaran. Ia curiga jika Deni (53), nama samaran suaminya, mengalami sindrom puber kedua. Menurut Soibah, perilaku sang suami tiba-tiba berubah 180 derajat. Dari pria dengan sifat super cuek, menjadi senang merawat diri. “Saya curiga kalau suami sedang puber kedua. Bahkan saya curiga dia punya wanita simpanan,” katanya.
Kecurigaan Soibah, dilihat dari Deni yang tiba-tiba senang bersolek. Deni pun mulai berolah raga dan melakukan diet ketat. “Dia ingin mengecilkan perutnya yang buncit. Dia beli sepatu dan baju plastik. Baju itu dia pakai saat joging pagi, katanya agar lemaknya terbakar cepat,” katanya.
Deni ingin mengurangi berat badan. Soibah pikir, buat apa dia mikirin berat tubuh kalau memang tidak sedang incar perempuan. “Iya lah, orang berbuat sesuatu ada alasannya. Kalau Mas Deni ingin kelihatan ganteng lagi, pasti ada apa-apanya,” jelasnya.
Tidak hanya joging, Deni pun ikut klub kebugaran di Cilegon. Deni mengaku, ingin mengencangkan otot-otot tubuhnya. “Sekarang badannya sudah tidak terlihat seperti sebelumnya. Tidak buncit, otot perut mulai muncul. Jadi terlihat lebih muda lah,” ujarnya.
Selain itu, Deni juga mengecat rambutnya yang sudah memutih. Potongan rambutnya kekinian, jadinya memang terlihat lebih muda lima tahun. “Sampai urus sambut saja ke salon. Padahal selama ini, saya yang cukur rambut dia,” tutur Soibah.
Paling membuat Soibah kesal, Deni tiba-tiba hobi mengoleksi parfum. Deni membeli banyak sekali parfum, bahkan ia tidak ragu untuk membeli parfum seharga jutaan rupiah. “Diam-diam, dia koleksi parfum. Ada satu botol parfum namanya Chloe and Hermes, jenisnya Kelly Calenche. Baunya seperti kayu manis, itu harganya Rp1,5 juta. Kan mahal,” aku Soibah.
Wallaaah, parfum saja kok sampai jutaan rupiah. Tapi kata Soibah, wangi parfum itu bertahan cukup lama. Berbeda dengan parfum harga puluhan ribu atau ratusan ribu yang hanya bertahan paling satu jam. “Kalau parfum murah itu kan sebentar. Jadi orang sering semprot parfum. Tapi yang itu, pagi hari semprot sekali, sorenya masih kecium. Namanya juga parfum mahal,” katanya.
Nah, kecurigaan Soibah membumbung tinggi sampai ubun-ubun. Ia beberapa kali menanyakan tentang perubahan yang terjadi pada Deni. Namun sang suami selalu berkata hanya ingin suasana baru. Ia pun membantah memiliki hubungan rahasia dengan perempuan lain. “Mas Deni tidak mengaku, selalu saja membantah. Padahal dilihat dari ciri-cirinya, Mas Deni seperti orang lain. Saya yakin dia selingkuh,” jelasnya.
Namun kecurigaan Soibah tidak pernah terbukti. Bahkan ketika dia mengutus seseorang untuk mengikuti Deni, sang utusan melaporkan tidak menemukan kecurigaan. Begitu pula ketika dia pasang banyak spionase. Baik itu teman sekantor Deni, beberapa kenalan di pasar, mal, serta beberapa orang lainnya.
Lantaran terlalu bersemangat, aksi Soibah sempat tercium Deni. Tampaknya Soibah terlalu banyak mengangkat spionase, lantaran terlalu ramai membuat operasi Soibah menjadi gaduh. “Saya dimarahi Mas Deni, saya dibilang sudah sebar fitnah dengan mengatakan dirinya sedang selingkuh. Akhirnya saya deh yang jadi orang bersalah,” ujarnya.
Meskipun tudingan Soibah tidak terbukti, namun keyakinannya akan kecurangan Deni tetap kuat. Karena itu ia melakukan langkah lain, yakni mengamankan harta kekayaan sang suami.
Caranya bagaimana? Ia menyewa pengacara guna mengurus harta warisan. Harta-harta itu dibuat atas nama Soibah, di mana dalam kurun waktu tertentu harta itu diberikan kepada anak-anaknya.
Melihat aksi Soibah, Deni agak tertegun. Namun ia tidak bisa menghentikan langkah Soibah karena sang istri memberikan sebuah alasan yang masuk di akal. “Saya bilang, kalau memang tidak ada apa-apa kenapa mesti takut. Toh harta ini kan untuk anak-anak pada akhirnya,” katanya.
Nah, sepertinya aksi Soibah lumayan efektif. Puber kedua Deni tiba-tiba berkurang. Sang suami kini jarang berolah raga, dia pun tidak menjaga bentuk tubuhnya lagi. Namun hanya satu yang tidak berubah, Deni tetap koleksi parfum. “Sepertinya dia mulai kagok setelah semua hartanya dijadikan atas nama saya, hahaha,” ujar Soibah sambil tertawa.
Tapi ngomong-ngomong Bu, kenapa Pak Deni masih sering beli parfum ya? Jangan-jangan selingkuhannya pemilik toko parfum, hmmmm. “Ih, jangan-jangan iya ya, cerdas si Mas ini. Nanti saya cek,” kata Soibah dengan nada bersemangat. (Sigit/Radar Banten)










