Mimpi jadi anak band terkenal telah dimiliki Andi (35), nama samaran, sejak kecil. Karena itu dia sangat bersemangat untuk mengejar mimpinya. Sayangnya, dia terlalu bersemangat sehingga mengesampingkan kewajibannya sebagai kepala rumah tangga. Andi bahkan tidak mau memerhatikan kebutuhan anaknya, sehingga membuat hati Sinta (32), nama samaran, terluka.
Sinta akhirnya mendaftarkan gugatan cerai untuk Andi, di Pengadilan Agama. Alasannya, karena sang suami tidak memberikan nafkah lahir dengan baik. “Kasarnya, dia menelantarkan anak kami. Tidak mau menafkahi, bahkan melihatnya saja tidak mau,” kesal Sinta.
Biasanya, seorang ayah tidak mau mengurus anak lantaran curiga jika sang anak adalah hasil selingkuhan. Namun tidak dengan Andi, ia meyakini jika si anak memang titisan darahnya. “Bukan persoalan kecurigaan, tapi dia memang tidak mau punya anak,” katanya.
Anak mereka memang hasil hubungan di luar nikah. Andi pun tampaknya tidak terlalu serius dengan rumah tangganya, sebab sejak awal Sinta memang bukan satu-satunya pacar Andi. “Dia itu kan artis, saya ini salah satu pengagumnya. Meskipun dia bukan artis besar, tapi band dia lumayan sudah punya nama,” katanya.
Pengakuan Sinta, ini bermula ketika ia kuliah di Tangerang. Setiap akhir pekan, ia sering kongkow dari beberapa kafe sekitar Tangerang dan Jakarta. Tidak hanya itu, ia pun sering diminta untuk mendukung sebuah band kafe. Ini ketika sebuah band tengah mengikuti kompetisi untuk menjadi band tamu sebuah kafe. “Jadi semacam seleksi band kafe, tapi melalui kompetisi. Pemenangnnya tergantung dari antusias penonton, makanya setiap band bawa pendukung,” katanya.
Ketika itu, beberapa kali Sinta diminta mendukung band dengan salah satu anggotanya Andi. Kedua orang ini baru saling kenal ketika Sinta sudah satu tahun lebih mengikuti band ini. “Band kafe Andi pernah menang. Sebagai bentuk apresiasi kepada penonton pendukung, kami diberi karcis gratis. Jadi tiap akhir pekan, saya dan teman-teman nongkrong di kafe itu nonton band Andi. Karena sering bertemu, akhirnya saya dan Andi jadi dekat,” ujarnya.
Andi banyak yang suka, salah satunya Sinta. Meskipun Sinta mengetahui jika Andi memiliki banyak wanita, namun ia tetap mau menjalin hubungan. “Saya terbawa suasana, seolah-olah dekat dengan Andi itu sebuah keberuntungan. Meskipun tahu perempuannya banyak, saya tidak masalah,” katanya.
Sampai akhirnya, mereka pun berhubungan intim layaknya suami istri. Di situlah kecelakaan terjadi, Sinta hamil oleh Andi. Sang artis band kafe ini kemudian diberitahu, namun kabar ini membuatnya marah. Andi sempat tidak mau tahu dan tidak ingin bertanggungjawab. “Andi sempat bertingkah dingin, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa,” katanya.
Sikap Andi membuat sejumlah pihak berang, terutama orangtua Sinta. Mereka mendatangi orangtua Andi untuk meminta pertanggungjawaban, cara ini sukses memaksa Andi untuk bertanggungjawab.
Akhirnya Andi dan Sinta menikah, pernikahan mereka digelar sederhana. Satu hari setelah pernikahan, Andi langsung pergi ke Jakarta dan jarang pulang ke rumah. “Dia pulang seminggu sekali,” katanya.
Pernikahan mereka sempat bertahan selama tujuh tahun. Selama itu, Andi memang mengirimkan uang untuk kebutuhan Sinta. Namun Andi tidak pernah menanyakan tentang kabar sang anak. Bahkan dia tidak pernah mau menggendong si anak setiap kali pulang ke rumah. “Selama tujuh tahun, dia cuek dengan anak kami. Bahkan ketika pulang pun, anak tidak pernah dipegang dia,” ujarnya.
Selama berumah tangga, Sinta jarang mengeluh. Sebab dia terbiasa untuk menahan diri. Namun seiring waktu, sang anak mulai tumbuh besar. Dia sering mempertanyakan tentang sikap ayahnya yang cuek. “Saya mulai tidak bisa menahan diri ketika anak saya mulai mengeluh. Bagaimana pun, rasa sayang ke anak jauh lebih besar ketimbang kepada suami. Makanya saya jadi marah, hati saya panas,” ujarnya.
Karena itu, ia mempersoalkan sikap dingin Andi kepada si anak. Ternyata sikap Sinta memicu pertengkaran besar, inilah titik keretakan rumah tangga mereka. “Saya benar-benar kesal, Andi tidak mau mengakui anak saya. Katanya, kalau dia itu urusannya dengan saya, sementara kalau anak itu bukan urusan dia,” akunya.
Karena itulah, Sinta memutuskan untuk menceraikan Andi. Terlebih pada dasarnya Sinta mampu untuk membesarkan anaknya sendirian. “Saya ini bekerja, jadi kalau masalah nafkah tidak terlalu butuh Andi. Karena itu, kami tidak butuh kehadiran Andi. Jadi ya cerai saja lah,” katanya. (Sigit/Radar Banten)








