SERANG – Kondisi pertanian di Provinsi Banten saat ini terkendala pengairan, selain optimalisasi potensi lahan tidur yang dialihkan menjadi sawah.
“Kita memiliki potensi lahan tidur yang masih luas. Dengan meningkatkan dan menambah lahan, kita bisa mengoptimalisasikan pertanian di Banten,” ungkap Gubernur Banten Rano Karno usai menerima kunjungan kerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Pendopo Gubernur Banten, KP3B Curug Kota Serang, Selasa (19/7).
“Jumlah masyarakat Banten sendiri, mencapai 11 juta penduduk. Berarti kita minimal memenuhi kebutuhan pangan untuk masyarakat Banten saja,” sambung Rano.
Kendala selama ini, lanjut Rano, lahan pertanian di Banten terbilang luas namun pengairan untuk pertanian sulit dilakukan karena jarak sungai dengan lahan tadah hujan dan sebagainya.
“Tadi kita juga minta untuk bantuan alat seperti diesel, dan tadi Pak Menteri sudah bersedia. Dengan adanya alat itu bisa mengairi 3.000 hektar lahan pertanian,” kata Rano.
Senada dikatakan Rano, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, bila kendala pertanian di Kabupaten Serang adalah permasalahan irigasi di wilayah utara. “Itu irigasi teknis dan irigasi humanisasi,” katanya.
“Saya selalu menyampaikan ini ke Pak Menteri, itu kewenangan balai besar dan provinsi, ini tinggal dari Kementerian PU (Pekerjaan Umum) mengalokasikan anggarannya saja. Karena pembangunan irigasi itu di luar kewenangan Mentan dan menjadi kewenangan PU,” kata Tatu. (Fauzan Dardiri)









