SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Provinsi Banten kembali menegaskan diri sebagai salah satu lumbung padi nasional.
Pada 2025, produksi padi di daerah ini mencapai 1,80 juta ton, atau naik sekitar 250 ribu ton dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat Banten yang hanya sekitar 123.643 ton per bulan.
Kenaikan produksi ini tidak terlepas dari berbagai program peningkatan sektor pertanian yang dijalankan pemerintah pusat dan daerah.
Salah satunya adalah program irigasi dan pompanisasi yang diluncurkan Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Program tersebut menyasar daerah lumbung padi di Banten seperti Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Serang.
Melalui program ini, petani di berbagai wilayah tetap mendapatkan suplai air yang cukup meski di tengah musim kemarau.
Kondisi tersebut menekan risiko gagal tanam maupun gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Tauchid, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi untuk mewujudkan swasembada pangan.
“Alhamdulillah program ini telah dirasakan langsung oleh para petani. Mereka tidak lagi mengkhawatirkan risiko gagal panen saat musim kemarau karena ketersediaan air sudah mencukupi,” ujarnya, Senin 24 November 2025.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa luas panen padi di Banten mencapai 347,70 ribu hektare pada 2025, meningkat 48,61 ribu hektare atau 16,25 persen dibandingkan 2024.
Luas panen tersebut bahkan menjadi yang tertinggi secara nasional. Kenaikan ini juga dipicu oleh optimalisasi lahan non-rawa menjadi lahan produktif.
Melihat capaian tersebut, Agus optimistis Banten dapat menuju swasembada pangan.
Terlebih, pemerintah juga terus meningkatkan keberpihakan terhadap petani, termasuk melalui penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen.
“Ini bentuk komitmen pemerintah untuk membantu petani menekan biaya produksi sambil tetap menjaga harga jual yang baik,” tuturnya.
Dengan peningkatan produksi, luas panen yang semakin besar, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan, Banten dinilai berada pada jalur yang tepat untuk memperkuat ketahanan pangan regional maupun nasional.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











