SERANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten menangkap tujuh pemuda yang positif menggunakan narkoba jenis sabu. Salah satu dari ketujuh pemuda tersebut adalah kurir dari pengedar sekaligus narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jambe, Kabupaten Tangerang.
Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Banten AKBP Akhmad menjelaskan, ketujuh pemuda yang diamankan tersebut bernama Nanas Supriyatna, Abi Masona, Amin Wahidin, Dede Amarullah, Lulu Lusdiana Andika, Septian Hadi Sumantri, dan Krisna Fahlevi.
“Ketujuh pemuda tersebut ditangkap dalam dua kali operasi. Operasi pertama, kalau tidak salah Selasa (19/7). Kami menangkap tiga orang, yaitu, Nana Supriyatna, Abi Masona, dan Amin Wahidin. Sisanya, Dede Marullah, Lulu Lusdiana, Septian Hadi, dan Krisna Pahlevi ditangkap Kamis malam,” papar Akhmad, Minggu (24/7).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Nana merupakan pengedar. Wilayah operasi Nana di Jawilan. “Kami menangkap bersama dua pengguna (Abi dan Amin). Kebetulan BB-nya sedang kosong. Nana mengaku mendapatkan barang dari Among (masih buron),” ujar Akhmad.
Hasil operasi kedua, salah satunya yaitu Dede mengaku kurir salah satu napi di Lapas Jambe, Kabupaten Tangerang, yang bernama Deni.
“Dari keterangan Dede, Deni menghubunginya melalui telepon. Sistemnya, barang disimpan di suatu tempat. Untuk pembayaran dikirim melalui transfer,” kata Ahmad.
“Untuk Among, kami masih melakukan pengejaran. Sedangkan untuk napi Lapas Jambe yang disebut oleh Dede, akan kami konfirmasi dulu dengan pihak Lapas karena itu bisa saja nama palsu,” tambahnya.
Saat dimintai keterangan, Dede mengaku menjadi kurir Deni baru empat hari. Remaja 21 tahun asal Cisoka, Kabupaten Tangerang, tersebut mengaku mengenal Deni di klub motor, beberapa tahun lalu.
“Setahun yang lalu (Deni) ketangkep. Sebulan ini ngehubungi saya, biasa pertamanya basa basi minta isiin pulsa. Saya kan kerja di konter, terus saya ditawarin buat bantu. Saya dikenalin sabu juga sama Deni,” papar Dede.
Untuk menjalankan kerja samanya dengan Deni, Dede menjelaskan, paket sabu tersebut diambil di dekat pintu tol Balaraja. Sabu tersebut diambilnya dari kurir Deni juga yang bernama Krisna Pahlevi.
“Beli tiga kali. Semuanya setengah (gram). Senin (18/7) saya ngambil, magrib setengah, malam ambil lagi. Saya ngirim (sabu) ke Mariani, setengah (gram), Abi setengah (gram), dan Cokel. Dari Abi Masonah saya dapat uang Rp 800 ribu, Maria Rp 900 ribu, setengahnya lagi saya kasih Cokel dapet uangnya baru Rp 400 ribu,” papar Dede.
Setiap paket berat setengah gram, dirinya harus menyerahkan setoran kepada Deni sebesar Rp 600 ribu. Uang tersebut ditransfer ke rekening atas nama Nyai Nurhasanah. (Bayu)








