PABUARAN – Proyek Bendungan Sindangheula yang berada di dua wilayah, yakni Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang dan Kecamatan Taktakan, Kota Serang ditarget selesai pada 2018. Dari 21 hektare lahan yang digarap, progres pembangunan sudah mencapai 40 persen.
Lahan proyek juga direncanakan bertambah 110 hektare menjadi 131 hektare. Saat ini penambahan lahan memasuki proses pembebasan dan penyelesaian pembayaran di Desa Pancanegara, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang dan Desa Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.
Pantauan di lapangan tadi siang (14/9) di Desa Sindangheula, papan proyek dan peta pembangunan bendungan sudah terpampang di depan pos keamanan menuju akses masuk proyek. Di papan proyek tertera nama pembangunan Bendungan Sindangheula senilai Rp427,3 miliar. Sumber dana dari APBN murni kontrak tahun jamak (multi years contract) 2015-2018 dengan 1.130 hari kalender masa pelaksanaan dan 365 hari kalander masa pemeliharaan. Pembangunan dimulai terhitung sejak November 2015 dengan jasa kontraktor, yakni PP Hutama Konsorsium.
Berdasarkan keterangan Camat Pabuaran Babay Ahlan sesuai informasi dari pengembang bahwa pembangunan proyek Bendungan Sindangheula meliputi bendungan, terowongan, dan akses jalan. “Progresnya sekarang sudah sekitar 40 persen,” ungkap mantan Camat Cinangka tersebut yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon seluler, Selasa (13/9).
Dikatakan Babay, proyek masih membutuhkan penambahan lahan. Secara keseluruhan kebutuhan lahan proyek mencapai 131 hektare. Sementara lahan yang sudah digarap saat ini baru 21 hektare. “Sisanya 110 hektare lahan masih proses pembebasan di Pancanegara dan Sayar, Kecamatan Taktakan. Rencananya tambahan lahan untuk bendungan,” katanya.
Babay menambahkan, proses pembebasan penambahan lahan sudah memasuki proses penyelesaian pembayaran. Proyek nasional itu pun ditarget selesai pada 2018. Babay berharap, realisasi proyek bisa sesuai target sehingga air bendungan bisa segera dimanfaatkan para petani.
Menurutnya, keberadaan bendungan juga dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. “Kami dari kecamatan punya rencana membuat taman rekreasi di situ layaknya di Situ Terate. Jadi, kami sangat mendukung adanya program nasional ini,” tegasnya. (Nizar S)









