SERANG – Dalam dua tahun terakhir ini, realisasi investasi di Banten terus menunjukan geliat positif. Penanaman Modal Asing (PMA) kerap bertengger di lima besar secara nasional, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masuk di sepuluh besar secara nasional. Dari target nasional Rp50 triliunan, Provinsi Banten telah mendulang Rp27,2 triliun pada kuartal I.
Hal ini diungkapkan Tamba Hutapea, Deputi Perencanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. Dia menilai, keberhasilan Provinsi Banten dalam menggenjot investasi di Banten lantaran beberapa faktor, seperti letak geografis yang dekat dengan ibu kota dan Sumber Daya Alam.
“Kami (BKPM RI-red) mempunyai harapan besar pada Banten dalam menopang perekonomian nasional. Proyek-proyek strategis nasional seperti KEK Tanjung Lesung dan jalan tol diharapkan dapat mendorong minat investor,” katanya saat menjadi pembicara pada Forum Penanaman Modal yang diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten, Kamis (22/9) di Kota Cilegon.
Hadir dalam forum tersebut Kapolda Banten Brigjen Pol Ahmad Dofiri dan para pengusaha di Banten. Tamba memaparkan, proyek strategis nasional harus mempunyai dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Sektor investasi yang memiliki peluang bagus di antaranya tenaga listrik, industri kimia dan manufaktur. Dari berbagai aspek, Provinsi Banten mempunyai peluang besar bagi semua sektor tersebut. Sehingga tak berlebihan jika Banten menjadi magnet bagi investor.
Terpisah, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso mengatakan, dilihat dari perkembangan ekonomi, pertumbuhan investasi di Banten mengalami kenaikan secara signifikan. Nilai realisasi Investasi Banten hingga tahun 2015 memberikan kontribusi sebanyak sepuluh persen terhadap investasi Nasional.
Pada kuartal I/ tahun 2016, nilai realisasi investasi Banten mencapai Rp27,2 triliun baik Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Kontribusi terbesar berasal dari sektor industri sebanyak 95 persen dan 237 proyek. Lainnya dari jasa dan perhotelan dan industri lokal basah, bahan logam, mesin, elektronik dengan nilai investasi Rp3,3 triliun. “Jika dilihat dari perkembangan tersebut maka setiap tahunnya nilai investasi Banten meningkat 14 persen,” paparnya.
Babar menilai pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari program pelayanan perizinan investasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Apalagi di awal tahun 2016 lalu Presiden RI Joko Widodo mencanangkan program Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK).
“Terdapat tiga kawasan di Banten yang melakukan Program KLIK yaitu Kawasan Industrial Estate Cilegon (KIEC), Kawasan Industri Modern Cikande dan Kawasan Industri terpadu Multi Nabati Asahan Kabupaten Serang,” paparnya. (Ade F)









