SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemrpov) Banten masuk kedalam posisi ke-6 besar realisasi terbesar secara nasional di tahun 2022. Pemrpov berhasil mendapatkan realisasi hingga Rp80,2 Triliun (T) atau naik 38,41 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp57,96 triliun.
Hal itu diakui oleh Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Mukatabar. Al mengatakan, Pemrprov Banten hingga saat ini terus memaksimalkan potensi yang ada dengan meningkatan pencapaian investasi guna mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah Banten.
Al Muktabar mengatakan kelengkapan infrastruktur menjadi daya tarik bagi investasi Provinsi Banten. Selain itu sinergi pemerintah pusat dan daerah yang mampu mengendalikan inflasi turut menopang daya tarik investasi yang berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah Banten
Pemprov pun saat ini memiliki jurus jitu dalam meningkatkan investasi di Banten yakni dengan cara ‘Hilirisasi’.
“Banten punya dua karekter wilayah yang saling mendukung seperti wilayah Utara dengan potensi industrinya dan wilayah Selatan dengan potensi argo dan ketahanan pangannya,” kata Al Muktabar.
Katanya, hilirisasi tentunya akan membuat skala prioritas yang mengembangkan setiap potensi disetiap wilayah. Ia menuturkan, wilayah Utara seperti Cilegon dan Tanggerang Raya memilili potensi pada sektor industri bahkan hingga kini wilayah utara khususnya Cilegon jadi daerah penyumbang investasi terbesar di Banten.
Sementara wilayah selatan seperti Kabupaten Lebak dan Pandeglang memiliki potensi dari keberagaman lingkungan, dan pariwisata.
“Hulu kita sudah cukup kuat, dan kawasan hilirisasi ini diharapkan dapat memberi nilai tambah agar para investor bisa saling menguntungkan,” katanya.
Al Mukatabar mengatakan, bukan hanya Pemprov, namun Pemerintah Daerah (Pemda) di Banten turut memiliki peran penting dalam meningkatkan investasi di Banten. Saat ini, pihaknya dan Pemda terus bersinergi dan memberikan fasilitas terbaik bagi para investor.
Pria yang menjabat sebagai Sekda Banten ini juga menyebut, adanya proyek stategis nasional (PSN) di Banten seperti Jalan tol Serang-Panimbang juga turut mengambil peran besar dalam meningkatkan perolehan investasi di Banten.
“Adanya infrastruktur dan PSN seperti akses tol Serang-Panimbang akan membawa pemanfaatan kawasan baru yang menjadi daya tarik baru bagi para investor untuk mengembangkan investasi di sana,” ucapnya.
Menurutnya, tol Serang-Panimbang telah menyambungkan wilayah Utara dengan Selatan di Banten. Hal ini tentunya berdampak baik bagi kemudahan dan efektivitas transfortasi yang berujung pada peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarkaat sekitar.
Kepala DPMPTSP Banten Virgojanti mengatakan, di tahun 2023 ini pihaknya menargetkan perolehan investasi sebesar Rp60 T. Tentunya, dirinya beroptimis dengan strategi hilirisasi target itu akan dengan mudah terlampaui.
Pihaknya juga menjanjikan akan memberikan kemudahan bagi para investor untuk berinvestasi di Banten sesuai dengan amanat Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi).
“Investasi itu instrumen pemerataan wilayah, dan Banten ini kan terdapat wilayah Utara yang sedang berkembang, dan wilayah Selatan. Di wilayah Selayan ada beberapa PSN seperti jalan tol dan waduk karyan. PSN itu tentunya harus bisa dimanfaatkan dan harus direspon positif, karena itu merupakan daya tarik untuk Banten mendorong investasi lebih baik lagi,” pungkasnya. (ADV)











