KRAMATWATU – 30 paguron dari kabupaten kota se-Provinisi Banten mengikuti Festival Pencak Silat Gendang Gede dan Patingtung di Alun-alun Kramatwatu, Kecamatan Kramatwatu, Jumat (18/11). Festival pencak silat perdana yang terbagi tiga kelas itu memperebutkan piala Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah atau Bupati Cup. Festival akan diselenggarakan selama dua hari sampai Sabtu (19/11) atau hari ini.
Bupati Ratu Tatu Chasanah mengapresiasi seluruh paguron yang masih eksis mempertahankan seni budaya pencak silat khas Provinsi Banten. Menurutnya, budaya di Banten yang beragam dan bernilai tinggi sepatutnya dilestarikan. Ia menilai, kebudayaan pencak silat Banten memiliki dikotomi, berbeda dengan budaya pencak silat daerah lainnya. “Pencak silat Gendang Gede dan Patingtung merupakan karakter pencak silat Banten. Bahkan, pencak silat tiap kabupaten kota di Banten memunyai ciri khas keunikan serta karakter beragam, termasuk pencak silat di Kabupaten Serang,” jelasnya.
Tatu menegaskan, pencak silat merupakan salah satu budaya asli bangsa Indonesia yang mampu menumbuhkan karakter bangsa agar semakin kuat dan tangguh. Menurutnya, watak tersebut dibutuhkan agar bangsa Indonesia tidak mandek dalam bergerak membangun negeri. “Seni bela diri pencak silat juga mampu menghalau berbagai terpaan negatif di era modern sekarang. Melalui pencak silat, diharapkan tumbuh para pemimpin masa depan bangsa yang sanggup mengangkat harkat dan martabat bangsa agar menjadi negara yang maju di masa mendatang,” harapnya.
Kata Tatu, Festival Pencak Silat Gendang Gede dan Patingtung diikuti 30 paguron kota dan kabupaten se-Provinsi Banten dan akan memperebutkan piala Bupati. Ia mengharapkan, digelarnya festival bisa menjadi ajang silaturahmi bagi para pesilat dan pendekar se-Banten, serta memupuk jiwa sportivitas, membentuk kepribadian yang handal dan tangguh, mengendalikan emosi, jiwa kesatria, serta mampu membangun percaya diri yang baik. “Melalui festival ini, para pelaku pencak silat akan semakin kuat dan tangguh,” tegasnya.
Sementara menurut Ketua IPSI Kabupaten Serang Yana Suryana, festival bisa memberikan hiburan dan pengetahuan tentang dunia persilatan kepada masyarakat sekitar. Soalnya, masyarakat bisa menyaksikan penampilan setiap paguron yang hebat-hebat dengan karakter yang beragam. “Selain itu juga, bisa mengukur kemampuan para pesilat di Kabupaten Serang,” tambahnya. (Shogir-Nizar Radar Banten)








