CITANGKIL – Menjelang Muktamar Al-Khairyah ke-9 yang akan berlangsung 23-24 Juli 2016 mendatang, Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah belum mengantongi nama calon yang akan maju sebagai ketua Pengurus Besar Al-Khairiyah untuk periode 2016-2020.
Hal itu disampaikan Ketua PB Al-Khairiyah Hikmatullah A Syam’un, Rabu (20/4). “Sampai saat ini, kami belum mengantongi nama yang akan mengajukan diri untuk menjadi ketua,” kata Hikmat.
Meski belum ada nama yang muncul, Hikmat menaruh harapan pada pemuda-pemuda Al-Khairiyah untuk tampil membangun Al-Khairiyah. Sebab, gagasan yang progresif biasanya lahir dari kaum muda. “Semoga ada kalangan pemuda yang mencalonkan jadi ketua. Mereka masih memiliki semangat tinggi untuk mengabdi dan mempunyai terobosan berarti untuk organisasi Al-Khairiyah,” tegasnya.
Hikmat menjelaskan, muktamar yang rencananya akan diikuti seribu-an orang tersebut akan dihadiri dari seluruh pengurus Al-Khairiyah seperti pengurus pusat, mazelis suro, kanwil, pengurus daerah dan pengurus cabang. Tak hanya itu, muktamar rencananya akan dihadiri Gubernur Banten, Walikota Cilegon serta tokoh-tokoh Banten.
Sekadar diketahui, Perguruan Islam Al-Khairiyah telah memasuki usia 90 tahun dan telah memiliki 327 cabang dari lima Propvinsi di seluruh Indonesia. Al-Khairiyah merupakan organisasi yang bertujuan mengembangkan pendidikan, dakwah islamiyah dan kemasyarakatan. Apabila Muktamar sebelumnya diselenggarakan di Lampung, tahun ini kegiatan Muktamar akan digelar di Komplek Al-Khairiyah di Citangkil.
Hingga saat ini Al-Khariyah memiliki perguruan tinggi yang terdiri dari Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM), Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE). (RBOnline)










