CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – PT Krakatau Steel (KS) akhirnya angkat bicara menanggapi sorotan terkait keberadaan pagar perusahaan yang disebut menjadi salah satu penyebab banjir di Kota Cilegon.
Perusahaan pelat merah itu mengaku prihatin atas banjir yang terjadi dan berjanji akan melakukan evaluasi, termasuk perubahan desain pagar di sejumlah titik rawan.
Hal tersebut disampaikan perwakilan PT Krakatau Steel, Iim Firmansyah, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi DPRD Kota Cilegon bersama Aliansi Masyarakat Cilegon Darurat Banjir (AMCD) di Aula DPRD Kota Cilegon, Jumat 9 Januari 2025.
“Kami prihatin atas kondisi banjir yang terjadi Minggu lalu. Ada empat catatan yang kami dengar, dan yang terkait dengan kami itu poin empat dan lima,” ujar Iim.
Ia menjelaskan, salah satu catatan tersebut berkaitan dengan keberadaan pagar dan jalan milik PT Krakatau Steel Industri (KSI).
Menurutnya, masukan tersebut akan segera disampaikan kepada pimpinan untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut.
“Salah satunya soal pagar dan jalan PT KSI. Ini nanti akan kami sampaikan dan evaluasi ke pimpinan,” katanya.
Terkait keberadaan pagar, Iim menyebut tidak seluruh pagar menjadi penyebab banjir. Ia menegaskan, pembangunan pagar dilakukan berdasarkan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai bagian dari mitigasi dan pengamanan aset perusahaan.
“Masukan soal pagar kami terima. Walaupun tidak semuanya, karena pagar itu merupakan rekomendasi BPK untuk mitigasi pengamanan aset,” jelasnya.
Meski demikian, PT Krakatau Steel membuka ruang perbaikan. Iim mengungkapkan, di beberapa titik yang terdampak banjir, perusahaan berencana melakukan perubahan desain pagar untuk membantu mengurangi genangan air.
“Di beberapa titik terdampak banjir, untuk mengurangi banjir kami akan melakukan sedikit perubahan desain pagar. Rencana pengerjaannya sudah kami siapkan,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cilegon, Tb Mulyadi Sanusi atau akrab disapa Cak Mul, turut memberikan pandangannya. Ia menilai, salah satu penyebab banjir memang berkaitan dengan keberadaan pagar sebagai batas tanah.
“Pagar itu batas tanah. Tapi hemat saya, batas tanah tidak lantas harus dibangun pagar. Bisa saja dibangun RTH,” ujarnya.
Cak Mul juga berharap setelah RDP tersebut, seluruh pihak terkait segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil di kawasan terdampak banjir.
“Setelah ini saya harapkan bisa segera melihat kondisi lapangan langsung, terutama di Ciwandan karena itu menjadi wilayah terparah banjir di Cilegon,” tandasnya.
Editor Daru











