KRAMATWATU – Jalan Serdang-Waringinkurung, tepatnya di depan Perumahan Harjatani Herritage, Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, yang merupakan jalan kabupaten rusak parah. Badan jalan berlubang dan bergelombang sehingga sulit dilalui kendaraan. Kondisi diperparah dengan tidak adanya saluran drainase yang mengakibatkan jalan kerap tergenang dan menjadi penyebab banjir ke permukiman warga.
Pantauan Harian Radar Banten, Rabu (27/4/2016) kerusakan jalan cukup parah berada di dua titik tepat di depan Perumahan Taman Krakatau dan Harjatani Herritage yang hanya terhalangi jalan rabat beton 50 meter. Lubang jalan menghabiskan seluruh badan jalan masih digenangi air. Pengendara yang melintas jalan itu terlihat ekstra hati-hati dan mencoba menghindari lubang.
Dodi, perwakilan warga Desa Harjatani mengatakan, kerusakan jalan sudah berlangsung dua tahun. Menurutnya, jalan rusak akibat sering tergenang karena tidak ada saluran drainase di kedua sisi jalan. Atas kondisi itu, tidak jarang Doni melihat pengendara terjatuh karena mencoba menghindari kubangan jalan, terutama saat hujan. “Setiap hari kendaraan yang lewat harus pelan-pelan lewat sini. Hujan lebih parah lagi, jalan sulit dilewati karena banjir dan genangan air menutup seluruh badan jalan,” keluh Dodi saat ditemui Harian Radar Banten tak jauh dari lokasi.
Kata Dodi, sejumlah warga pernah menyampaikan aspirasi terkait jalan tersebut kepada kelurahan dan kecamatan. Namun, sampai saat ini belum mendapat solusi. Menurutnya, developer Perumahan Harjatani Herritage juga harus ikut bertanggung jawab karena sudah menutup saluran air yang menyebabkan air tumpah ke jalan hingga permukiman warga. “Warga sering swadaya perbaikan saluran, tapi kondisi jalan sudah rusak dan lebih rendah dari pada drainase yang ada. Jadi, sebaiknya jalan segera diperbaiki dengan beton dan dibuatkan saluran drainase,” katanya.
Dodi mengaku, sudah membuat surat kembali terkait masalah jalan tersebut. Surat tidak hanya ditujukan ke Pemkab melainkan juga kepada pihak developer Harjatani Herritage agar memperbaiki dulu saluran yang tersumbat. “Surat juga ditembuskan ke kelurahan, kecamatan, bahkan ke polsek. Saya berharap, segera ada perbaikan jalan, minimal pemeliharaan dari Pemkab,” harapnya.
Camat Kramatwatu Kusnadi membenarkan soal kerusakan jalan yang cukup parah di Jalan Serdang-Waringinkurung. Katanya, soal perbaikan jalan sudah diusulkan dan tertuang pada musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tahun ini. “Di Musrenbang usulannya sudah masuk. Tahun ini jalan yang saya tahu akan diperbaiki itu di Desa Terate dengan di Lebakwana lanjutan betonisasi yang dari alun-alun,” terangnya.
Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Serang M Ronny menyatakan, perbaikan Jalan Serdang-Waringinkurung sudah masuk pada perbaikan tahun ini dan sudah memasuki tahap lelang. “Tahun ini sudah ada anggarannya untuk peningkatan jalan, dibeton. Kemarin gagal lelang tapi sudah dilelangkan lagi. Anggaran dan panjang jalannya ada di bagian perencanaan,” ujarnya.
Diketahui, berdasarkan website lelang pengadaan barang/jasa secara elektronik (LPES) milik Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa (ULP) Kabupaten Serang, Jalan Serdang- Waringinkurung sudah masuk pada tahap lelang tahun ini, dengan pagu anggaran Rp7,33 miliar. (Nizar/Radar Banten)









