SERANG – Anggota DPRD Kota Serang diminta tidak menggunakan dana reses untuk kegiatan sosialisasi bakal calon gubernur Banten. Alasannya, dana reses itu untuk menyerap aspirasi atau kebutuhan masyarakat.
“Karena saat ini tengah gencar-gencarnya bakal calon gubernur melakukan sosialisasi. Kami meminta dana reses jangan digunakan untuk kegiatan sosialisasi bakal calon gubernur,” ungkap Ketua HMI Cabang Serang Abdul Basyar kepada wartawan, Rabu (11/5/2016).
Basyar menilai, penggunaan dana reses DPRD Kota Serang yang secara keseluruhan hampir mencapai Rp900 juta, dengan asumsi per anggota DPRD Rp18,2 juta, belum pimpinan dan sekretariat DPRD.
“Kalau saja difokuskan untuk menyerap aspirasi khususnya percepatan pembangunan di kelurahan-kelurahan yang membutuhkan akses, saya pikir ini lebih efektif ketimbang sosialisasi bakal calon gubernur,” kata Basyar.
Basyar menambahkan, jika para anggota DPRD Kota Serang memaksakan sosialisasi cagub pada saat reses, menurutnya ini seperti menyelam sambil minum air.
“Masyarakat pada saat reses memberikan masukan kebutuhan-kebutuhan pembangunan, bukan malah menerima sosialisasi bakal cagub, ini kan tidak etis,” katanya.
Diketahui, sebanyak 45 anggota DPRD Kota Serang mulai 10-13 Mei 2016 menggelar reses di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Ini sesuai dengan hasil Rapat Badan Musyawarah (Bamus) yang ditetapkan melalui Rapat Paripurna DPRD Kota Serang, Senin (9/5/2016). (Fauzan Dardiri)
**Ketua HMI Cabang Serang, Abdul Basyar










