RANGKASBITUNG – Jembatan Bojong Apus telah mengalami kerusakan. Padahal, jembatan gantung penghubung Kampung Kedung dengan Kampung Bojong Apus di Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, itu baru diresmikan pembangunannya oleh Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani pada 17 Februari 2016.
Kerusakan jembatan yang dibangun menggunakan dana APBN 2015 itu telah diketahui dan akan dilaporkan oleh Pemkab Lebak kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Karena pembangunannya menggunakan dana APBN makanya kami harus laporkan kerusakannya pada Kementerian PUPR,” tegas Asisten Daerah (Asda II) Setda Lebak Budi Santoso kepada Radar Banten, Rabu (18/5).
Dia menjelaskan, Jembatan Bojong Apus merupakan akses transportasi masyarakat Desa Sukamekarsari. Pemkab Lebak akan melaporkan kerusakan jembatan yang dibangun dengan biaya Rp4,2 miliar itu kepada Kementerian PUPR lantaran masih masa pemeliharaan dan menjadi tanggung jawab PT Amarta Karya (Amka) selaku pelaksana proyek.
Budi berharap, Kementerian PUPR menindaklanjuti dan merespons laporan Pemkab Lebak itu. Beberapa bagian jembatan yang telah rusak segera diperbaiki sehingga tidak bertambah parah dan membahayakan bagi masyarakat yang melintasi Jembatan Bojong Apus.
“Tahun lalu, Pemkab Lebak menerima bantuan pembangunan sepuluh jembatan gantung dari Kementerian PUPR. Tahun ini, kami berdoa semoga dapat bantuan lagi dari pemerintah pusat,” ujar Budi.
Pantauan Radar Banten kemarin, kerusakan terjadi pada jalan yang terhubung pada jembatan. Jalan sepanjang 20 meter itu ambles sedalam 0,5 meter. Fondasi Jembatan Bojong Apus juga telah retak. Yang paling parah, besi penyangga di bawah jembatan itu bengkok. Kerusakan Jembatan Bojong Apus ini mengundang perhatian masyarakat yang melintas.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak HM Yogi Rochmat mengaku sudah meninjau kondisi Jembatan Bojong Apus di Desa Sukamekarsari itu bersama Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan pada Dinas Bina Marga (DBM) Lebak Entoy Saepudin.
“Saya yakin penyebab kerusakan jembatan itu akibat tanahnya labil. Sebab, bangunan di samping kiri dan kanan jembatan banyak yang ambles dan longsor,” jelas Yogi.
Politikus Partai Golkar itu mendukung langkah Pemkab Lebak yang akan melaporkan kerusakan Jembatan Bojong Apus itu. Soalnya, jika air Sungai Cisimeut meluap dan merendam fondasi, badan jembatan berpotensi ambles lebih dalam lagi.
“Saya harap ada perbaikan secepatnya. Jangan dibiarkan. Kasihan masyarakat, mereka baru menikmati jembatan yang bagus,” ujarnya. (Mastur/Radar Banten)











