TIGARAKSA – Usaha Wiwi Widiana (24) untuk mempertahankan dompetnya patut diacungi jempol. Atlet Taekwondo ini berani menendang motor sang penjambret. Akibatnya, dua penjambret yakni Slamet Adi Riyanto (19) dan Ajaisan Rahmadauri (18) tersungkur.
Aksi heroik ini bermula saat dua pemuda tanggung ini mengincar tas korban saat melintasi Kampung Katomas RT02/RW03 Kelurahan Tigaraksa, Kecamatan Tigaraksa, Sabtu (21/5). Keduanya memepet korban dan menarik dompet yang tersimpan di bagasi depan motornya.
Tak mau dompetnya dibawa kabur, korban lalu mengejar pelaku. Sebuah tendangan diarahkan korban ke motor pelaku langsung membuat motor terjatuh. ”Korban mengejar pelaku dan menendang sepeda motor hingga terjungkal,” terang Kanit Reskrim Polsek Tigaraksa Ipda Ngapip Rujito, Minggu (22/5).
Tak langsung menyerah, kedua penjahat jalanan ini pun bangkit dan berusaha meraih sepeda motornya. Korban kembali menendang sepeda motor pelaku sambil berteriak hingga mengundang perhatian warga.
Alhasil, warga yang mengetahui kejadian itu langsung menghajar keduanya. Beruntung, petugas yang datang ke lokasi langsung mengamankan keduanya dari amukan masa. ”Pelaku yang babak belur langsung kami amankan,” kata Ngapip.
Selain pelaku, Polisi juga mengamankan sepeda motor Honda Vario Techno dengan nomor polisi B 6405 GZS milik korban. Dan, satu unit sepeda motor Honda Supra X nomor polisi B3418 NWA milik penjambret.
Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan (Curat) dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. ”Masih dalam proses pemeriksaan di Mapolsek,” kata Rujito.
Salah satu tersangka Slamet mengatakan, aksi ini dilakukan lantaran kepepet karena kebutuhan sehari-hari. ”Kalau berhasil, uangnya buat makan,” katanya. (Gugun/Radar Banten)










