slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Menyingkap Bisnis Esek-esek di Hutan Bakau

Redaksi by Redaksi
22-08-2016 11:02:39
in Berita Utama, Featured, Umum
Menyingkap Bisnis Esek-esek di Hutan Bakau

Deretan gubuk di tepi Pantai Karang Serang, Kabupaten Tangerang, disinyalir sebagai tempat esek-esek baru. (Wahyu S)

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

TANGERANG – Seperti pepatah; tak ada rotan, akar pun jadi. Bisnis esek-esek di Tangerang seperti tak kenal lokasi. Tak ada hotel atau losmen, hutan bakau pun jadi tempat melampiaskan hasrat seksual. Istilahnya, ‘hutan bakau bergoyang’. Itu dijumpai di kawasan Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Tangerang. Tepatnya, di Pantai Karang Serang.

Pantai Karang Serang, Kecamatan Sukadiri, Kabupaten Tangerang, mungkin terdengar tak asing bagi sebagian orang. Puluhan gubuk berderet memanjang di lahan milik PT Sangrila Indah. Siang hari di sana, menyediakan wisata kuliner seafood. Hutan bakau di sekeliling pantai tersebut menjadi surga ikan dan kepiting. Anda akan dimanja dengan sejuknya angin laut dan deburan ombak.

Baca Juga :

Prostitusi Daring Sulit Dibongkar, Satpol PP Pandeglang Terkendala Bukti dan Keterbatasan Operasi

Waduh, Belasan PSK di Tangerang Tetap Layani Tamu di Bulan Ramadan

Didatangi Satpol PP, TNI dan Polri, Pengelola ‘Gubuk Cinta’ Ditegur

Rumah Dekat Kebun Dijadikan Tempat Open BO

Namun, pada malam hari suasananya berubah drastis. Tempat yang termasuk aman dari kejaran aparat ini, membuat sejumlah pemilik kafe berinovasi membuat warungnya sebagai kamar pelipur syahwat.

Saat Radar Banten berkunjung ke sana, Sabtu (20/8), matahari perlahan mulai tenggelam. Suara azan dari musala Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Sukadiri terdengar sayup-sayup. Suara panggilan ajakan salat itu beradu dengan musik dangdut dari dalam kafe.

Menuju lokasi ‘hutan bakau bergoyang’ tak terlalu sulit. Jaraknya sekira 30 kilometer dari Kota Tangerang. Berada persis di dermaga BP2IP Sukadiri, kalau siang hari menjadikan kawasan ini dipenuhi wisatawan, khususnya para mancing mania.

Gerbang Pantai Karang Serang sudah terlihat persis dari pinggir jalan. Lokasinya berada di antara hutan bakau. Suasana malam Pantai Karang Serang terlihat berbeda dengan siang hari.

Saat memasuki gerbang kawasan pantai, tamu akan berhadapan dengan lima sampai delapan orang penjaga. Kendaraan akan distop, agar membayar jasa parkir. Tarifnya, sepeda motor Rp15 ribu, sementara mobil Rp30 ribu untuk parkir seharian penuh. Tamu juga diajak memilih warung ikan bakar. ”Silakan pilih saja warung Mas, nanti kita ajak-ajak pilih warung ikan bakar yang enak,” ujar salah satu tukang parkir. Itu nada tawaran di siang hari.

Namun jika di malam hari, para tukang parkir yang sudah berganti shift, jumlahnya lebih banyak. Pertanyaan yang dilontarkan bukan lagi warung ikan bakar, melainkan kamar. Ya, ada empat warung disediakan bagi tamu yang sedang dilanda berahi. ”Kita antar ya? Kalau ada ceweknya yang pas bilang ya, Mas!” ujarnya sembari mengawal Radar Banten dari belakang. Pengawalan itu dilakukan mereka agar para tamu merasa nyaman di lokasi.

Kira-kira 20 meter dari gerbang sebuah warung yang berada paling pojok barat menjadi pilihan kami. Suasananya cukup sepi. Hanya ada empat wanita berumur 24 hingga 30-an sedang asyik berbincang. Saat motor kami terparkir, keempat wanita langsung berhenti berbincang dan langsung menarik tangan kami. Senyum genitnya tersungging dan menanyakan tujuan kami. ”Mau ngamar, apa mau ngebir?” tanya salah satu wanita di sana, sembari membawa baki berisi kacang goreng.

Pemilik warung tempat kami bersantai namanya Memed. Dia mengaku warga asli Karang Serang. Dalam mengelola bisnis ini, dia ditemani sang istri. Ya, saat kami datang, seorang wanita gemuk sudah menyambut. Dari gestur tubuhnya mencerminkan sikap kehati-hatian. Matanya mengawasi tajam tamu yang baru pertama berkunjung.

Air laut seperti berada di bawah kaki kami. Deburan ombak seperti menghantam lantai bambu gubuk. Rata-rata gubuk di sana berdinding bilik dengan tiang dari pohon bakau. Warung hanya berukuran 10×10 meter dan diterangi penerangan seadanya. Ada tiga kamar yang disediakan. Sementara di depannya, ada warung yang menyediakan minuman keras mulai dari anggur hingga bir.

Harganya pun cukup fantastis. Harga normal bir seharga Rp50 ribu mereka patok Rp150 per botol. ”Ayo sini dulu ngebir dulu Mas, kalau mas-nya ngebir kami semua ikut,” ujar Siti Kodiah, salah satu PSK di sana.

Menurutnya, ada peraturan tak tertulis, di setiap warung di kawasan tersebut. Bagi setiap tamu yang datang, jika salah satunya memesan bir maka rekan kupu-kupu malam lain juga harus ikut. Bagi mereka tidak etis, jika ada pria hidung belang yang pelit.

Dengan secepat kilat, dua botol bir tersaji di depan. Selagi senggang, tamu dihibur lagu MP3 dari DVD player di dalam. Jangan mencari hiburan karaoke di sini, rata-rata pemilik hanya memberikan servis seadanya.

Tangan Siti Kodiah mulai bergelayut manja. Olesan bodi lotion terasa licin. Tak ada rasa segan meski yang di depannya orang yang baru dia lihat. Matanya yang sipit dipadu dengan lipstik tipis di bibir. Meski lemak bergelambir di perutnya ia tetap percaya diri. Dikatakan dia, rata-rata tarif wanita di sini Rp200 ribu. Terkadang ia harus berbagi rezeki jika melihat rekannya tak ada tamu. ”Itu juga dibagi-bagi Mas. Rp50 ribu untuk kamar, sementara sisanya buat saya termasuk tisu,” jelasnya.

Harga tersebut hanya untuk layanan cepat kilat. Janda dua anak ini mengaku kadang dibawa keluar mulai dari hotel melati di Mauk sampai ke tengah laut. ”Biasanya kalau langganan mancing, saya sering diajak,” katanya.

Dalam gubuk, sang pemilik juga menyediakan kondom. Namun, kebanyakan para pelanggan enggan memakainya. Siti Kodiah mengaku risih kalau harus memakai kondom. ”Kurang terasa nancapnya,” katanya seraya tertawa terkekeh. (Togar Harahap/Radar Banten)

Tags: Praktik Prostitusi
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Dirjen Bea Cukai: Kenaikan Harga Rokok Bertahap

Next Post

Data Dukungan Paslon Perseorangan Belum Memenuhi Syarat

Related Posts

Pandeglang

Prostitusi Daring Sulit Dibongkar, Satpol PP Pandeglang Terkendala Bukti dan Keterbatasan Operasi

by Moch. Madani Prasetia
Jumat, 9 Mei 2025 17:26

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Maraknya laporan praktik prostitusi daring di Kabupaten Pandeglang belum mampu ditindak secara maksimal oleh Satuan Polisi Pamong Praja...

Read moreDetails

Waduh, Belasan PSK di Tangerang Tetap Layani Tamu di Bulan Ramadan

Didatangi Satpol PP, TNI dan Polri, Pengelola ‘Gubuk Cinta’ Ditegur

Rumah Dekat Kebun Dijadikan Tempat Open BO

Banyak Kontrakan Kosong, Begini Cara Camat Kibin Cegah Munculnya Sarang Prostitusi

Prostitusi Lewat Aplikasi Online Jadi Kerja Sampingan

Tarif Esek-esek Lewat Aplikasi Rp300 Ribu hingga Rp750 ribu

Bilik Asmara Sepanjang Pantai Shangrila Tumbuh Subur

Prostitusi Tumbuh Subur di Pinggiran Bandara Soekarno-Hatta

Wanita Malam Didominasi Warga Luar Daerah

Next Post
Data Dukungan Paslon Perseorangan Belum Memenuhi Syarat

Data Dukungan Paslon Perseorangan Belum Memenuhi Syarat

PT MMS

Sambut Hari Jadi ke-27, MMS Tanam 1.000 Pohon

Ikan Mas Na Niarsik, Simbol Kuliner Budaya Toba

Ikan Mas Na Niarsik, Simbol Kuliner Budaya Toba

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Miris, Satu Keluarga di Warunggunung Lebak Tinggal di Gubuk Reyot

Miris, Satu Keluarga di Warunggunung Lebak Tinggal di Gubuk Reyot

Minggu, 26 April 2026 19:10
DPRD Lebak Minta Pengusaha Angkutan Galian C Patuhi Aturan

DPRD Lebak Minta Pengusaha Angkutan Galian C Patuhi Aturan

Minggu, 26 April 2026 19:07
Kasus Percobaan Pencurian Tembaga di PT Perkasa Construction, Satu Pelaku Diamankan Warga

Kasus Percobaan Pencurian Tembaga di PT Perkasa Construction, Satu Pelaku Diamankan Warga

Minggu, 26 April 2026 18:39
Perputaran Uang di Seba Baduy 2026 Capai Rp1,7 Miliar

Perputaran Uang di Seba Baduy 2026 Capai Rp1,7 Miliar

Minggu, 26 April 2026 18:29
Senin 27 April 2026, Bupati Lebak Rotasi Ratusan Pejabat Eselon III dan IV

Senin 27 April 2026, Bupati Lebak Rotasi Ratusan Pejabat Eselon III dan IV

Minggu, 26 April 2026 18:26
Kasus Dugaan Penganiayaan Sopir di Stadion Maulana Yusuf Naik ke Tahap Penyidikan

Kasus Dugaan Penganiayaan Sopir di Stadion Maulana Yusuf Naik ke Tahap Penyidikan

Minggu, 26 April 2026 18:22
Miris, Satu Keluarga di Warunggunung Lebak Tinggal di Gubuk Reyot

Miris, Satu Keluarga di Warunggunung Lebak Tinggal di Gubuk Reyot

Minggu, 26 April 2026 19:10
DPRD Lebak Minta Pengusaha Angkutan Galian C Patuhi Aturan

DPRD Lebak Minta Pengusaha Angkutan Galian C Patuhi Aturan

Minggu, 26 April 2026 19:07
Kasus Percobaan Pencurian Tembaga di PT Perkasa Construction, Satu Pelaku Diamankan Warga

Kasus Percobaan Pencurian Tembaga di PT Perkasa Construction, Satu Pelaku Diamankan Warga

Minggu, 26 April 2026 18:39
Perputaran Uang di Seba Baduy 2026 Capai Rp1,7 Miliar

Perputaran Uang di Seba Baduy 2026 Capai Rp1,7 Miliar

Minggu, 26 April 2026 18:29
Senin 27 April 2026, Bupati Lebak Rotasi Ratusan Pejabat Eselon III dan IV

Senin 27 April 2026, Bupati Lebak Rotasi Ratusan Pejabat Eselon III dan IV

Minggu, 26 April 2026 18:26
Kasus Dugaan Penganiayaan Sopir di Stadion Maulana Yusuf Naik ke Tahap Penyidikan

Kasus Dugaan Penganiayaan Sopir di Stadion Maulana Yusuf Naik ke Tahap Penyidikan

Minggu, 26 April 2026 18:22

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Miris, Satu Keluarga di Warunggunung Lebak Tinggal di Gubuk Reyot

Miris, Satu Keluarga di Warunggunung Lebak Tinggal di Gubuk Reyot

by Nurandi
Minggu, 26 April 2026 19:10

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Satu keluarga di Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, tinggal di gubuk reyot yang nyaris...

DPRD Lebak Minta Pengusaha Angkutan Galian C Patuhi Aturan

DPRD Lebak Minta Pengusaha Angkutan Galian C Patuhi Aturan

by Nurandi
Minggu, 26 April 2026 19:07

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – DPRD Kabupaten Lebak meminta para pengusaha angkutan galian C di wilayah Lebak untuk mematuhi aturan terkait pembatasan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak