SERANG – Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang Provinsi Banten pada bulan September mengalami sedikit penurunan dibanding Agustus 2016.
Kondisi tersebut karena tidak ada event yang memicu peningkatan jumlah TPK.
Kepala Seksi Niaga dan Jasa pada Badan Pusat Statistik Provinsi Banten Jauh Ibrohim mengatakan perkembangan TPK selama setahun terakhir ini memperlihatkan kondisi yang fluktuatif.
“Kami belum dapat mempublish berapa penurunan TPK hotel di bulan september tahun ini. Yang kami miliki baru data TPK di Agustus,” katanya. saat diwawancarai via telephon seluler. Senin (17/10).
Sementara itu, jumlah TPK di bulan Agustus tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan yakni sebesar 58,79 persen atau naik 12,33 poin dibanding dengan bulan sebelumnya yakni sebesar 46,46 persen.
“Naiknya karena di semua kelas TPK hotel berbintang satu sampai bintang lima. Ini dikarenakan banyaknya event-event seperti Hari Kemerdekaan dan beberapa event yang diselenggarakan berbagai wilayah di Provinsi Banten,” ujarnya.
Selain itu, rata-rata lama menginap (RLMT) di hotel berbintang Provinsi Banten pada bulan Agustus tahun ini, juga mengalami peningkatan yakni tercatat 1,94 hari atau naik 0,38 poin dibanding bulan agustus di tahun lalu tercatat 1,56 hari, untuk tamu gabungan (Asing-Indonesia).
“Kenaikan RLMT ini justru didominasi oleh wisatawan-wisatawan domestik. RLMT untuk wisatawan asing malah menurun. Data itu bersumber dari semua hotel berbintang satu sampai lima di Provinsi Banten,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peningkatan untuk TPK dan RLMT di Provinsi Banten akan meningkat pada akhir tahun nanti. “Ya jelas kalau akhir tahun semua orang banyak yang menghabiskan libur panjangnya dengan berwisata di Banten karena wisatawan masih melirik obyek wisata pantai yang ada di Anyer,” tambahnya. (Wirda)










