CILEGON – Tiba dirumah duka, jenazah almarhum mantan Walikota Cilegon H Tb Aat Syafaat disambut dengan kalimat takbir oleh ribuan pelayat yang telah berdatangan, Kamis (10/11) malam. Almarhum diangkat dari keranda mobil jenazah ke dalam rumah oleh para santri seperti apa yang pernah diminta Aat sebelum meninggal.
Tampak dibelakang mobil ambulance yang membawa jenazah Aat, Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi yang merupakan anak almarhum mengiringi pengangkatan keranda jenazah menuju kedalam rumah dengan wajah sembab menahan kesedihan.
Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Islah, Wahyu mengungkapkan semasa hidupnya Aat pernah berpesan kelak ketika meninggal menginginkan pengangkatan jenazah dilakukan oleh para santri.
“Almarhum Pak Aat ini merupakan dewan pendiri dan pembina Ponpes Daarul Islah. Waktu itu saat beliau melepas kelululan santriwan santriwati pernah mengatakan kalau meninggal minta diangkat sama anak santri. Jadi ini amanah beliau saat bulan Juni lalu,” ungkapnya.
Dijelaskan Wahyu, santri yang hadir saat ini tidak menyeluruh dari Ponpes Daarul Islah. Ada juga dari Pondok Yatim Piatu Daarul Syafaat. “Dari kita sendiri ada 170 orang yang datang, pria dan wanita. Itu belum dari Daarul Syafaat. Kita datang atas kemauan sendiri serta memang juga ada instruksi dari pimpinan,” ujarnya.
Wahyu mengaku para santrinya akan melakukan pengajian dirumah duka selama tujuh hari. “Kita tahlilan, baca yasin disini. Di pondok pesantren juga,” ucapnya.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar Banten Online, Aat Syafaat yang merupakan ayahanda Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi ini meninggal dunia di RS Premier Bintaro, Tangerang sekira pukul 16.23 WIB sore, Kamis (10/11) akibat serangan jantung. Sebelumnya beliau juga sempat dirawat selama tiga hari di RS Siloam. (Riko)









