CILEGON – Tb Aat Syafa’at meninggal dunia, Kamis (10/11), selain meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat Kota Cilegon, juga meninggalkan kenangan yang tidak terlupakan bagi orang-orang terdekat almarhum selama memimpin Kota Cilegon.
Mantan Ketua DPRD Kota Cilegon Arief Riva’i Madawi mengaku, punya kenangan yang tidak terlupakan saat membesuk almarhum di rumah sakit. “Saya sempat menjenguk beliau di rumah sakit. Meskipun terbaring menahan rasa sakit yang dideritanya, beliau masih memikirkan masyarakat Kota Cilegon. Kepada saya, beliau menitipkan pembangunan Pelabuhan Warnasari agar direalisasikan,” kata Arief kepada Radar Banten, tadi malam.
Arief Riva’i yang menjabat Direktur PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) menambahkan, pesan almarhum itu merupakan salah satu cita-cita Aat selama hidupnya untuk lebih memajukan Kota Cilegon. “Ini yang tidak akan pernah saya lupakan, beliau masih memikirkan pembangunan Cilegon di saat kondisinya sakit parah,” ungkapnya.
Dikatakan Arief, selama Kota Cilegon dipimpin oleh almarhum, beliau sangat konsisten dalam perjuangannya membangun Kota Cilegon. Semangat itu yang kemudian ditularkan kepada putranya yang melanjutkan kepemimpinannya di Kota Cilegon. “Jerih payah beliau sudah terbukti selama ini, kondisi masyarakat Cilegon semakin sejahtera, pertumbuhan ekonomi meningkat dan iklim investasi pun kondusif,” jelasnya.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar yang juga hadir melayat ke rumah duka menyampaikan bela sungkawanya kepada keluarga yang ditinggalkan. Menurut orang nomor satu di Kabupaten Tangerang ini, sosok almarhum merupakan salah satu kepala daerah yang luar biasa. “Beliau merupakan sosok pemimpin yang memiliki kelebihan dalam membangun Kota Cilegon sebagai daerah yang modern dan religius,” katanya.
“Di bawah kepemimpinan beliau, Cilegon memasuki era kemajuan pembangunan yang signifikan. Tidak hanya memerhatikan pertumbuhan ekonomi, tapi juga concern membangun sektor keagamaan,” sambung Zaki.
Terkait kabar duka yang diterimanya, Zaki mengaku mendapat kabar pukul 17.00 WIB. “Malam ini (tadi malam-red) saya sengaja melayat sekaligus menyampaikan duka pada keluarga yang ditinggalkan sebab besok (hari ini-red) saya tidak bisa hadir di acara pemakaman karena ada tugas yang harus dikerjakan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Kota Cilegon Sahruji mengaku sosok almarhum menyimpan banyak kenangan selama dirinya ikut berjuang bersama-sama membangun Kota Cilegon. Menurutnya, almarhum merupakan sosok yang disiplin. Dengan kedisiplinannya itu, almarhum bisa dan mampu memimpin Kota Cilegon. “Kedisiplinan itu yang selalu diajarkan beliau kepada kami, keluarganya, sahabatnya hingga kader-kadernya,” katanya.
Sahruji menegaskan, banyak belajar ilmu kemasyarakatan dari almarhum. Di mata Sahruji, Tb Aat Syafa’at bukan hanya pemimpin, tetapi juga pembimbing, pembina sekaligus sahabat dan orangtua.
“Kami kehilangan segalanya sepeninggal beliau. Sosoknya yang selalu mengedepankan kepentingan masyarakat membuat kami sebagai kader-kadernya termotivasi untuk melanjutkan pembangunan Cilegon,” katanya.
Sahruji bertekad akan berjuang mewujudkan cita-cita almarhum yang belum terwujud selama hidupnya. Yaitu, menyejahterakan masyarakat Cilegon dengan berbagai program pembangunan yang prorakyat. “Kami akan mengingat pesan beliau bahwa menjadi pemimpin harus bermanfaat bagi orang lain. Saya dan teman-teman yang berada di luar pemerintahan akan membantu sekuat tenaga agar Pemkot Cilegon menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya. (Deni S/Radar Banten)










