SERANG – Tim karate Banten resmi bertolak ke Lampung, Rabu (22/3) pagi untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Mendagri 2017. Pada single event yang akan dilangsungkan di GOR Saburai, Bandarlampung, pada 23-27 Maret nanti, tim karate Banten mengusung target memboyong empat keping medali emas.
Untuk menggapai target tersebut, Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Banten menerjunkan 24 karate terbaik. Bahkan sebagain tim karate Banten dihuni karateka INKAI yang sukses memboyong medali dari ajang Kejurnas INKAI 2017, beberapa waktu lalu.
Ketua Umum (Ketum) Pengprov Forki Banten Maruli Girsang mengaku optimistis tim karate Banten mampu memenuhi target empat medali emas di Lampung nanti. “Kami berkaca pada hasil Kejurnas INKAI beberapa waktu lalu yang mana Banten sukses meraih dua emas, enam perak, dan lima perunggu. Dua emas kita pertahankan dan enam perak kita usahakan menjadi emas. Ya minimal dari enam perak itu dua diantaranya menjadi emas,” kata Maruli kepada Radar Banten, Rabu (22/3) siang,
Maruli menambahkan, ajang kejurnas ini juga akan menjadi tolok ukur pihaknya menentukan kerangka tim yang akan memperkuatkan tim karate Banten di berbagai ajang nasional dan internasional kedepan. “Tentunya semua karateka akan berburu tiket menjadi yang terbaik agar bertahan di tim Banten. Untuk itu kami semakin yakin ada hasil memuaskan dari Lampung nanti,” imuhnya.
Pada ajang serupa tahun 2015, tim Banten hanya mampu meraih tujuh keping medali, yaitu satu emas, dua perak, dan empat perunggu. “Tahun ini harus lebih baik. Kita memiliki kualitas karateka yang mumpuni dan semua sudah sejajar cdengan karateka daerah lain,” ujarnya.
Wakill Ketua II Bidang Prestasi Pengprov Forki Banten, Joe Manaloe menyatakan, bila melihat potensi karateka Banten saat ini, pihaknya optimistis mampu menuai sukses di Kejurnas Karate Piala Mendagri 2017. “Kami melihat capaian di Kejurnas INKAI beberapa waktu lalu. Skuatnya juga tidak jauh beda dan kami yakin bisa melewati capaian 2015. Selain kualitas karateka sekarang jauh lebih mumpuni, persiapan panjang yang telah kami lakukan juga menjadi modal berharga bagi karateka. Apa lagi kami memiliki motivasi untuk menebus kegagalan di PON XIX Jawa Barat 2016 lalu,” ucapnya singkat. (Andre Ap)










