RANGKASBITUNG – Meski pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Lebak masih satu tahun setengah, namun dukungan terhadap rencana duet Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi (IDE) terus mengalir. Pasangan bupati dan wakil bupati ini dinilai harmonis dan berprestasi.
Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Qotratul Falah, Kecamatan Cikulur, KH Satibi Hambali mengungkapkan, selama tiga tahun kepemimpinan Iti Octavia Jayabaya, Lebak semakin maju. Sejumlah pembangunan pun terus dilakukan seperti pembangunan Museum Multatuli, Perpustakaan Saidjah Adinda, gedung perkantoran yang representatif, dan penuntasan betonisasi jalan Rangkasbitung-Malingping.
Oleh karena itu, ia pun berharap agar Iti Octavia Jayabaya dapat maju lagi pada Pilkada Lebak tahun 2018 berpasangan dengan Ade Sumardi. “Secara pribadi saya berharap pasangan Iti-Ade tidak dipisahkan. Artinya, harus satu paket maju di 2018. Kinerjanya sudah terbukti mampu melanjutkan percepatan pembangunan di Lebak. Stabilitas politik juga terjaga, tidak ada gesekan yang cukup berarti antara keduanya dan legislatif,” ujar ulama karismatik yang juga Ketua MUI Lebak ini, Kamis (23/3).
Menurutnya, selain mampu melanjutkan percepatan pembangunan di Lebak, Iti-Ade juga mampu melaksanakan janji kampanyenya seperti program unggulan Lebak Sehat, Lebak Cerdas, dan Lebak Sejahtera. Sehingga, taraf kesejahteraan masyarakat di Lebak meningkat. “Mau pemimpin yang bagaimana lagi? Tiga tahun ini saja banyak kemajuan yang cukup pesat. Karena itu, harus diberikan kesempatan untuk lima tahun ke depan. Sehingga, bisa menuntaskan persoalan kemiskinan di Lebak. Dengan begitu, Lebak bisa keluar dari sebutan daerah tertinggal yang secara otomatis kepada kesejahteraan masyarakat yang meningkat,” katanya.
Selain itu, kata Satibi, Iti juga mempunyai komitmen pemikiran dalam bidang pembangunan di bidang keagamaan. Salah satunya, memberikan bantuan terhadap pondok pesantren, perbaikan sarana ibadah, insentif untuk guru mengaji dan diniyah. “Komitmen Iti-Ade juga sangat jelas dalam bidang keagamaan untuk menciptakan generasi berakhlak dan berkarakter di Lebak. Karenanya, saya bersama beberapa ulama tak ragu agar Iti-Ade dapat melanjutkan kepemimpinan di 2018 mendatang,” tandasnya.
Hal senada juga dikatakan A Ganif. Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lebak yang kini berprofesi sebagai pengusaha ini. Ia mengatakan bahwa Lebak masih membutuhkan sosok pemimpin muda energik yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk melepaskan Lebak dari ketertinggalan. Sebab, kata dia tidak mudah untuk mewujudkan percepatan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran. “Harus dituntaskan pekerjaan rumah yang belum selesai. Saya kira dalam kepemimpinannya banyak pekerjaan yang sudah rampung, tapi ada juga yang belum. Yang belum itu harus dituntaskan,” ujar Ganif tanpa menyebutkan pekerjaan rumah yang belum dituntaskan.
Kata dia, Pilkada Lebak yang akan digelar tahun depan itu hingga saat ini belum memunculkan nama figur yang memang layak untuk menantang petahana. Karena itu, lantaran belum ada sosok figur yang muncul, kata dia, Iti-Ade layak dikedepankan untuk kembali maju dalam pilkada Lebak 2018. “Kan belum ada pembanding. Karena memang, belum ada sosok tokoh yang akan maju atau muncul di Lebak. Sejauh ini, saya kira memang pantas diberikan kesempatan untuk menuntaskan di periode keduanya,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, dalam acara syukuran khitanan dan ulang tahun ke 60, mantan Bupati Lebak dua periode Mulyadi Jayabaya (JB), merestui agar pasangan Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi kembali maju di Pilkada Kabupaten Lebak 2018. Duet Iti-Ade dinilai sukses dalam melanjutkan percepatan pembangunan di Lebak. (Nuraibidin/Radar Banten)









