SERANG – Saat ini nasib perempuan dan anak di Indonesia masih rentan menjadi korban kekerasan. Dari catatan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB), Provinsi Banten tercatat sejumlah kasus terjadi menimpa kaum hawa dan anak dibawah umur.
Kepala Bidang perlindungan perempuan dan anak DP3AKKB Erminawati mengatakan, terdapat 12 kasus di tahun ini, dan cenderung meningkat di setiap tahunnya.
“Banyak faktor yang mendorong meningkatnya kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak-anak, khususnya karena faktor ekonomi, dan kurangnya pendidikan yang didapat oleh perempuan,” katanya saat menyampaikan materi sosialisasi three ends, yang digelar di aula TB Suwandi Pemkab Serang, Rabu (26/4).
Acara yang digelar bersama TP PKK dari 29 Kecamatan di Kabupaten Serang tersebut, bertujuan untuk menyampaikan informasi dilapangan yang didapat dari TP PKK masing-masing Kecamatan agar sampai ditelinga para stakeholder terkait.
“Dengan adanya acara ini, kami dapat mendengar persoalan-persoalan dan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dilapangan yang dapat dikemas dalam bahasa yang lebih praktis dari masing-masing TP PKK di Kecamatan,” ujarnya.
“Kami berharap, setelah diadakannya sosialisasi ini masyarakat khususnya TP PKK yang hadir pada kesempatan kali ini dapat ikut mencegah kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak, jika terjadi bisa langsung dilaporkan,” harapnya. (Wirda Garizahaq/risawirda@gmail.com)









