SERANG – Kementrian Agama Kanwil Provinsi Banten bersama Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Provinsi Banten menggalakan program Literasi Al-Qur’an. Program ini ada guna membangun generasi yang berakhlak namun tetap menilik daya saing.
Ketua PGMI Privinsi Banten Masyudi menjelaskan, latar belakang pembentukan program ini yaitu keprihatinan terhadap anak-anak yang saat ini lebih dekat dengan perangkat elektronik dari pada Al-Qur’an.
“Target dari program ini, kemampuan membaca dan menuli Al-Qur’an. Kalau dulu kita akrab dengan istilah Khot, nah dengan program ini kita kembalikan itu,” ujar Masyudi setelah peringatan 10 tahun PGMI tingkat Provinsi Banten di alun-alun, Kamis (27/4).
Untuk memulai program ini, lanjut Masyudi, PGMI memulainya dari seluruh guru madrasah di Provinsi Banten.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kanwil Provinsi Banten Bazari Syam menjelaskan, seluruh siswa sejak masuk madrasah baik tsanawiyah maupun aliyah langsung memulai menulis Al-Qur’an. “Sehingga saat keluar mereka sudah punya mushaf sendiri,” katanya.
Dalam acara peringatan 10 tahun PGMI hari ini pun seluruh guru madrasah menulis lembaran-lembaran yang kemudian dikumpulkan untuk menjadi satu mushaf Al-Qur’an. (Bayu Mulyana/
coffeandchococake@gmail.com)