slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Featured

Gerakan Literasi Berbasis Keteladanan

Aas Arbi by Aas Arbi
17-05-2017 14:50:01
in Featured, Wacana Publik
Gerakan Literasi Berbasis Keteladanan
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Hari ini, kata literasi telah sangat akrab di tengah-tengah kita. Bersama padanan kata yang lainnya, kata tersebut telah turut mewarnai dunia keseharian, dibincangkan melalui diskusi-diskusi, pesan singkat di Whatsapp, status Facebook, Twitter bahkan menginspirasi gerakan-gerakan. Kita barangkali telah mendengar frasa “kampung literasi”, “media literasi”, “literasi sains”, “literasi informasi” dan lain-lain. Tentu saja, yang paling kerap frekuensinya adalah frasa “gerakan literasi”. Frasa yang terakhir ini bahkan telah menjadi program pemerintah seperti Gerakan Literasi Sekolah maupun yang lebih luas lagi yakni Gerakan Nasional Literasi.

Lalu, apa definisi literasi? Pada beberapa referensi tidak ada definisi yang ajek. Saya tidak berhasil menemukan definisi tersebut pada KBBI maupun tesaurus. Pada Tesaurus Alfabetis Pusat Bahasa (Mizan, Oktober 2009) misalnya, saya hanya menemukan tiga kata yang mendekati, yakni “literal”, “literatur” dan “literer”.

Baca Juga :

Bupati Hasbi: Museum Multatuli Jadi Motivasi Pengembangan Pusat Edukasi Sejarah

Memperkuat Literasi, Tinawati Andra Soni Ajak Anak Mendongeng

Literasi Banten Peringkat Dua IPLM 2025, Momentum Emas Bagi Banten

Wakil Bupati Amir Hamzah Kunjungi TBM Sekolah Cerdas Lintas

Niduparas Erlang, penulis asal Banten pun pernah menuliskan keresahannya mengenai hal tersebut. Pada akun Facebook-nya, Nidu menulis: “Kampanye literasi semakin hari semakin marak dan menggairahkan. Banyak tempat telah menjadi sasaran gerakan ini. Menarik juga. Dan seiring bertumbuh-ramainya kampanye literasi ini, kata “literasi” pun mengalami banyak sekali bentukan, variasi, atau dipadankan dengan kata lain sebelum atau setelahnya. Ada “literasi korupsi”, “literasi kuliner”, “festival literasi”, “klinik literasi”, “gerobak literasi”, “literasi membaca”, “literasi menulis”, dan sebagainya. Saya jadi agak bertanya: “apakah makna literasi sebenarnya?” (Niduparas Erlang, pada akun facebook Niduparas Erlang, 18 Oktober 2016 pukul 10.40 WIB)

Ketidakajegan definisi itu ditengahi secara bijak oleh pegiat kebudayaan, penulis, pendiri Rumah Dunia dan saat ini menjadi ketua Dewan Perpustakaan Provinsi Banten, Gol A Gong. Seolah menenangkan keresahan Nidu, pada akun Facebook-nya, Gol A Gong menulis: “Literasi adalah daya juang untuk mengubah kualitas hidup menjadi lebih baik dengan membaca dan menulis. Sebagai orang cacat—tangan kiri saya diamputasi pada usia kelas 5 SD, 1974—dari nobody to somebody. Saya merasakan betul manfaat literasi.” (Gol A Gong, pada akun Facebook Golagong New, 20 Oktober 2016 pukul 18:28 WIB).
Masinikeun definisi literasi mungkin menjadi sesuatu yang belum mendesak saat ini. Derajatnya mungkin setingkat dengan belum jelasnya data dan angka minat baca masyarakat Indonesia, yang sering dikutip pada makalah, diktat atau bahkan proposal. Yang jelas, literasi telah menjadi istilah yang makin hari makin meluas, yang apabila kita tarik benang merahnya merujuk pada kompetensi yang melampaui (beyond) kemampuan membaca dan menulis.

Pseudo-literasi dan Krisis Teladan
Yang perlu mendapat perhatian saat ini, menurut saya, adalah munculnya pseudo-literasi. Pseudo-literasi merupakan istilah untuk para pegiat/aktivis literasi palsu alias gadungan atau yang mendewakan keberhasilan semu dari gerakan literasi. Istilah tersebut dimunculkan oleh M. Iqbal Dawami pada buku Pseudo-literasi: Menyingkap Sisi Lain Dunia Literasi yang ditulisnya pada 2017 ini (Penerbit Maghza).

Pada esai berjudul Pegiat Literasi yang Iliterasi (halaman 39) Iqbal menulis: “Saya sering melihat para aktivis literasi mengampanyekan untuk membaca, tetapi dirinya tidak membaca.” (Firman Venayaksa (Ketua FTBM Pusat) mengoreksi “iliterasi” yang digunakan Iqbal yang semestinya ditulis “aliterasi” untuk merujuk pada deskripsi tentang orang yang bisa membaca tetapi tidak menjadikannya sebagai kebiasaan. Kalimat pembuka pada esai yang ditulis penulis asal Bojong, Kabupaten Pandeglang, yang kini menetap di Pati, Jawa Tengah itu terang membuat kita terkejut. Bagaimana mungkin kampanye membaca dan menulis bisa dilakukan oleh orang yang tidak membaca dan menulis? Atau setidaknya, yang tidak menjadikan membaca dan menulis sebagai bagian tak terpisahkan dari kesehariannya? Ironis!

Kita memang masih miskin teladan hampir di segala aspek. Di dunia literasi sendiri, hampir setiap gerakan literasi kehilangan figur yang bisa dicontoh. Kampanye gemar membaca, mengutip A.S. Laksana, masih terlihat seperti perayaan tujuh belas Agustus, dengan tujuan kami telah menjalankan anjuran untuk memasyarakatkan budaya membaca (Dawami, 2017:44).

Saya se-mazhab dengan Iqbal Dawami tentang keringnya teladan dalam gerakan literasi di Indonesia. Kita kerap menjumpai para pegiat literasi yang memamerkan kegiatan di Taman Bacaan Masyarakat miliknya di media sosial. Mereka memamerkan foto-foto kegiatan di Facebook, Twitter, Instagram maupun di grup Whatsapp yang menampilkan anak-anak yang sedang membaca buku atau menampilkan pose salam literasi (ibu jari dan telunjuk diacungkan membentuk huruf L). Lalu dengan semena-mena, pegiat itu mengklaim TBM-nya telah berhasil, atau memberi impresi demikian. Sementara diri mereka sendiri, amat jarang kita temukan melaporkan aktivitas literasi berupa laporan hasil baca dan yang semacamnya yang memungkinkan hal tersebut diteladani para pegiat literasi yang lainnya.

Krisis keteladanan pun merambah institusi formal. Lihatlah program Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang sedang digulirkan pemerintah. Para siswa diwajibkan membaca saban pagi minimal selama 15 menit. Mengapa hanya siswa? Padahal, yang ada di sekolah bukan hanya siswa, tetapi ada pula guru, staf dan kepala sekolah. Apakah mereka turut pula membaca? Sejauh ini, belum ada karya tulis dari guru yang dihasilkan dan dipublikasikan sebagai produk dari program GLS.

Makin merangkak ke atas, kita akan menemukan lebih banyak hal yang janggal dan patut kita pertanyakan. Pengambil kebijakan di bidang literasi, dalam hal ini Kemendikbud dan instansi turunannya, apakah di lingkungan tersebut membaca dan menulis sudah dibudayakan? Di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan tingkat provinsi sampai kabupaten, sudahkah membaca dan menulis menjadi tradisi? Jika belum, berarti gerakan yang sejauh ini sudah dilakukan merupakan gerakan yang tidak begitu penting dan kurang bermanfaat sehingga logika yang terbangun mungkin seperti ini: membaca dan menulis penting bagi orang lain tetapi tidak bagi saya (2017:39-45). Ini lebih dari sekadar mengerikan!

Kegiatan dan gerakan literasi, mungkin baru seremonial belaka. Belum menyentuh dan menjadi kultur, bahwa “kelakuan” lebih penting daripada “pengakuan”. Masyarakat literasi (sebutan saya untuk pegiat literasi) masih senang mendapat pengakuan sebagai pegiat melalui foto-foto yang dibagikan, daripada menjadi teladan dengan kelakuannya sebagai orang yang dekat dengan aktivitas literasi. Padahal efek yang ditimbulkan dari keteladanan jauh lebih dalam dari sekadar ingin mendapatkan pengakuan.

Mudah-mudahan ini menjadi pengingat bagi kita semua.

Atih Ardiansyah, Direktur Eksekutif Rafe’i Ali Institute dan Pendiri TBM Indung

Tags: Literasi
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Nasib Janda Tua Nur Sadah, Rumah Roboh, Anak Idap Gangguan Jiwa

Next Post

Petani Cilegon Ogah Pakai Pupuk Organik dan ZA

Related Posts

Bupati Hasbi:  Museum Multatuli Jadi Motivasi Pengembangan Pusat Edukasi Sejarah
Lebak

Bupati Hasbi: Museum Multatuli Jadi Motivasi Pengembangan Pusat Edukasi Sejarah

by Nurabidin
Selasa, 2 Juni 2026 09:11

LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID– Bupati Hasbi Jayabaya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq...

Read moreDetails

Memperkuat Literasi, Tinawati Andra Soni Ajak Anak Mendongeng

Literasi Banten Peringkat Dua IPLM 2025, Momentum Emas Bagi Banten

Wakil Bupati Amir Hamzah Kunjungi TBM Sekolah Cerdas Lintas

Cetak SDM Unggul, Mahasiswa UKM Tikom Gelar Perkaderan

Cilegon Book Party Ajak Warga Hidupkan Literasi Lewat Diskusi Buku di Ruang Terbuka

Museum Multatuli Hadirkan Pameran Sampul Buku Max Havelaar dari Berbagai Terjemahan Bahasa di Dunia

DPAD Akui Gedung Perpusda di Pandeglang Belum Layak, Indeks Literasi Mulai Meningkat

Sinar Mas Land Kucurkan Rp 300 Juta untuk Pendidikan, Ratusan Warga Sekitar Proyek Jadi Penerima Manfaat

Ananda Dorong Budaya Literasi Lewat Gerakan Banten Membaca

Next Post
Petani Cilegon Ogah Pakai Pupuk Organik dan ZA

Petani Cilegon Ogah Pakai Pupuk Organik dan ZA

SMAN 3 Rangkasbitung Juara Lomba Cipta dan Penulisan Cerita Rakyat

SMAN 3 Rangkasbitung Juara Lomba Cipta dan Penulisan Cerita Rakyat

Kejurnas Binaraga Mr Indonesia, Atlet Banten Bawa Pulang Tiga Medali

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kesehatan Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang: Perawat Memiliki Peran Strategis Berikan Pelayanan Kesehatan

Minggu, 21 Juni 2026 10:36
Pendidikan Kota Serang

SDN Pamarican 2 Kota Serang Akan Dibangun Ulang, Pemkot Siapkan Anggaran Rp2 Miliar

Minggu, 21 Juni 2026 10:23
BNN Kota Tangerang

Edukasi Bahaya Narkoba Digelar BNN Kota Tangerang di Tanah Tinggi

Minggu, 21 Juni 2026 09:08
Penjualan minyak kita

Soal Minyak Kita Dijual di Atas HET di Kabupaten Serang, Begini Tanggapan DPRD

Minggu, 21 Juni 2026 08:50
Data Kemiskinan Kabupaten Serang

Komisi II Minta Dinsos Kabupaten Serang Lakukan Evaluasi Data Warga Tak Mampu

Minggu, 21 Juni 2026 08:35
Pajak kendaraan Banten

DPRD Banten Soroti Tunggakan Pajak Kendaraan, Potensi PAD Hilang Miliaran Rupiah

Minggu, 21 Juni 2026 08:23
Kesehatan Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang: Perawat Memiliki Peran Strategis Berikan Pelayanan Kesehatan

Minggu, 21 Juni 2026 10:36
Pendidikan Kota Serang

SDN Pamarican 2 Kota Serang Akan Dibangun Ulang, Pemkot Siapkan Anggaran Rp2 Miliar

Minggu, 21 Juni 2026 10:23
BNN Kota Tangerang

Edukasi Bahaya Narkoba Digelar BNN Kota Tangerang di Tanah Tinggi

Minggu, 21 Juni 2026 09:08
Penjualan minyak kita

Soal Minyak Kita Dijual di Atas HET di Kabupaten Serang, Begini Tanggapan DPRD

Minggu, 21 Juni 2026 08:50
Data Kemiskinan Kabupaten Serang

Komisi II Minta Dinsos Kabupaten Serang Lakukan Evaluasi Data Warga Tak Mampu

Minggu, 21 Juni 2026 08:35
Pajak kendaraan Banten

DPRD Banten Soroti Tunggakan Pajak Kendaraan, Potensi PAD Hilang Miliaran Rupiah

Minggu, 21 Juni 2026 08:23

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kesehatan Kabupaten Tangerang

Bupati Tangerang: Perawat Memiliki Peran Strategis Berikan Pelayanan Kesehatan

by Agung S Pambudi
Minggu, 21 Juni 2026 10:36

TANGERANG, RADARBANTEN .CO.ID– Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menyebut bahwa perawat memiliki peran strategis sebagai garda terdepan yang mendampingi tenaga kesehatan...

Pendidikan Kota Serang

SDN Pamarican 2 Kota Serang Akan Dibangun Ulang, Pemkot Siapkan Anggaran Rp2 Miliar

by Nahrul Muhilmi
Minggu, 21 Juni 2026 10:23

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) berencana membongkar dan membangun kembali SDN...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak