slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Featured

Puasa dan Transformasi Kebangsaan

Aas Arbi by Aas Arbi
01-06-2017 10:41:29
in Featured, Wacana Publik
Puasa dan Transformasi Kebangsaan

Ilustrasi

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah:183).

Jika menilik sejenak akan realitas kondisi keber-agama-an kita mengalami lonjakan drastis luar bisa di bulan Ramadhan ini. “Tuhan” bisa kita temukan dimana-mana, bahkan produk-produk kapital ikut berkompetensi mencitrakan dirinya sebagai “ikon religiusitas”. Sedangkan bagi media massa, puasa dianggap religius hanya dengan menayangkan sinetron berbau agama, kuis ramadhan, dan tayangan infotainment yang mengangkat profil para pesohor di negeri ini yang dikemas dengan label “islami”.

Baca Juga :

Puasa Proses Pembentukan Jati Diri

Puasa Mengikis Kesombongan

Tragedi Administratif Misbahul dan Fenomena Inses Birokrasi dalam Struktur Masyarakat Sipil

Ramadan, Momentum Penyucian Jiwa

Fenomena demikian lahir karena kurangnya nilai-nilai pemaknaan dan distorsi penghayatan empirisme keber-agama-an kita. Budaya populer sudah menjangkit di lini kehidupan. Budaya populer lebih menekankan pada “image” dan bentuk artifisial lainnya. Logika praksis yang formalistik semacam ini hanya menjadikan umat berpikiran instan, bahkan dangkal (sathihi).  Tak heran apabila Ramadhan acapkali menjadi ajang komodifikasi yang sangat laku untuk dijual di pasaran.

Untuk itu dimensi teologis ibadah puasa harus ditransformasikan ke dalam dimensi sosiologis, agar kebahagiaan religius dapat dirasakan, baik secara etik maupun secara moral. Dalam istilah Muslim Abdurrahman disebut “Teologi Transformatif”, yaitu menekankan hubungan dialogis antara teks dengan konteks yang bertujuan untuk menghidupkan teks dalam realitas-empiris dan mengubah  keadaan masyarakat  ke arah transformasi sosial yang diridhoi Tuhan. Puasa mestinya tidak hanya ditafsirkan sekedar ritual an sich yang terpisah pada aspek sosial, politik, ekonomi, dan budaya. Artinya pengertian puasa harus ditarik pemaknaanya terhadap kehidupan berbangsa-bernegara. Dengan demikian, puasa adalah perisai sekaligus senjata dalam melakukan spirit perubahan diri (spirit of self transformation) dan modal perubahan sosial (modal of social transformation) untuk perjuangan keadilan, kemanusiaan, kerahmatan, keberkahan, dan kemaslahatan yang menjadi tujuan dasar syariat agama (maqashid asy-syari’ah).

Transendensi

Misi transendensi puasa lebih bersifat vertikal, yaitu misi membangun harapan bagi tumbuhnya kesadaran rububiyah manusia yang mencerahkan, mengayomi, dan mendidik. Realitas kehidupan di era modern telah melahirkan “Tuhan-Tuhan baru” seperti penghambaan terhadap profesi, jabatan, dan gila fashion yang berujung pada penuhanan materi dan prestise hidup sebagai tujuan.

Puasa yang telah sekian tahun kita lakukan tidak menjadi garansi terwujudnya ruang publik yang bebas dari sikap rakus dan tamak. Ayat-ayat Tuhan bukan hanya diperjual belikan makna dan tafsirnya demi nafsu sesaat seperti kekuasaan politik jangka pendek. Ironis dan lebih kacauanya Al-qur’an yang diturunkan pada bulan Ramadhan pun tak luput dikorupsi. Ujaran kebencian (hate speach) yang menghiasi time line media sosial telah merontokan sendi-sendi kepatutan. Atas nama kebebasan berpendapat (freedom of speach) orang tak bisa lagi membedakan mana kritik mana hujatan.

Padahal, secara gamblang Imam al-Ghazali menuturkan sebagai seorang Muslim, kita dididik untuk memiliki kompetensi transformasi spiritual dari manusia yang berwatak sebagai “budak hawa nafsu” menjadi hamba Allah SWT yang “menyucikan” dirinya. Dengan kata lain, bahwa puasa Ramadhan merupakan wujud character building ketaqwaan yang bertugas melestarikan kehidupan umat manusia.

Spirit ilahiyah (transenden) puasa lebih menekankan tentang peningkatan kualitas diri, hal ini jauh hari telah digariskan oleh Allah SWT dengan turunnya ayat pertama Al-Quran. Iqra’ ! (bacalah) adalah perintah langsung dari Allah SWT berbentuk fi’il amr (kata kerja perintah) untuk membaca dan terus membaca alam semesta. Maknanya, kita diperintahkan untuk menggunakan segenap potensi manusiawi, agar kita terus membaca anugrah dan karya agung Tuhan. Sebuah kecerdasan yang mampu menghadirkan kesadaran kemanusiaan sebagai hamba yang lemah (dhaif), namun memiliki kekuatan intrinsik untuk menegakkan kebenaran dan keadilan bagi kelestarian umat manusia di muka bumi.

Humanisasi

Islam bukan hanya sekedar ajaran langit, tapi ajaran bumi yang mampu membebaskan manusia dari ketidakadilan, ketertindasan, dan eksploitasi yang dilakukan para pengausa dzolim, orang kaya yang menindas, dan orang pintar yang menjilat. Prilaku korupsi adalah wujud nyata ketidak pedulian pada sesama. Korupsi adalah simbol kebinatangan yang menggelayuti alam pikiran bangsa Indonesia. Individu-individu  semacam itu berlomba menggemukan badan sendiri, menimbun lemak akumulasi kekayaan pribadi dan kroninya. Sementara si miskin hidup meronta dan menjulurkan tangan meminta bantuan, sementara si kaya masih sibuk mengurusi istana megahnya. Padahal Tuhan tidak hanya hadir di masjid-masjid dan istana para raja. Tapi Tuhan bisa hadir di gubuk si Miskin.

Misi humanisasi puasa lebih menekankan pada aspek sosial (horizontal), dengan begitu puasa Ramadhan menekankan pentingnya kesalehan sosial. Secara sederhana kesalehan sosial dimaknai sebagai keperdulian dan sikap empati terhadap keadaan sekitar. Selama ini kesalehan hanya dilihat dengan atribut, simbol, pakaian dan acara ritual keagamaan semata, padahal masih ada banyak aspek agama yang lebih penting dan luas.  Puasa menjadi medium terbaik untuk kembali memanusiakan kita, memanusiakan  relasi sosial, dan memanusiakan tatanan sosial yang kaku dan parsial. Islam adalah ajaran keadilan, dan ajaran pembebasan yang berpihak kepada mereka yang tertindas  (mustadz’afin dan madhlumin). Dengan demikian, puasa memberi kita kesempatan (chance) untuk meningkatkan martabat kemanusiaan kita, baik di hadapan diri kita sendiri,  maupun di hadapan Tuhan.

Selama berpuasa, kita dilarang untuk makan dan minum di pagi hari sampai waktunya berbuka.  Hal tersebut bertujuan membentuk sikap mental dan kepekaan terhadap sisi lain kehidupan sosial kita dalam bermasyarakat. Yang tidak sekedar membenahi diri dari sifat-sifat tercela sesama manusia, akan tetapi juga bisa saling menghargai dan menghormati serta mampu menumbuhkan rasa empati pada orang lain. Sehingga, mental individualis yang hinggap dalam pribadi seseorang dapat berubah menuju pribadi-pribadi yang berjiwa sosial. Contoh konkret aspek humanisme puasa Ramadhan yaitu diwajibkannya menunaikan zakat fitrah. Esensi zakat fitrah pada bulan Ramadhan adalah menekankan kepedulian sosial, perwujudan solidaritas sosial, pernyataan rasa kemanusiaan , keadilan, pembuktian persaudaraan Islam, dan pengikat persatuan umat dan bangsa.

Puasa Ramadan adalah ibadah yang istimewa, itu karena dinilai langsung oleh Allah SWT.  Maka kiranya puasa kita jadikan sebagai pijakan untuk membangun masyarakat beradab dan mampu menciptakan perubahan di tengah masyarakat. Oleh karena itu, puasa transformatif merupakan puasa yang akan berdampak pada perubahan peradaban manusia. Dengan demikian, puasa sejatinya adalah proses transformasi mental-spiritual dari watak kebinatangan dan kesetanan menuju watak kemanusiaan dan ketuhanan yang lebih baik. Inilah hakikat puasa transformatif. Jika seorang muslim tidak mampu melakukan transformasi diri menuju perbaikan moral, berarti ia gagal dalam berpuasa. Semoga rutinitas amalan-amalan kita selama bulan Ramadhan ini tidak hanya ajang pertaubatan semantara, tetapi berlaku kontinyu dalam kehidupan sehari-hari agar kita mampu menyandang gelar muttaqin dalam arti yang sebenarnya. Aamiin. Selamat menunanaikan ibadah puasa.

Ahmad Bachtiar Faqihuddin, Kurator Ngaos Buku Rafe’i Ali Institute
 

Tags: wacana publik
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Jelang Popnas, Banten Akan Tentukan Tim Sepak Bola

Next Post

Juventus Juara Liga Champions, Buffon Layak Dapat Ballon d’Or

Related Posts

Puasa Proses Pembentukan Jati Diri
Wacana Publik

Puasa Proses Pembentukan Jati Diri

by Redaksi
Selasa, 10 Maret 2026 07:12

Oleh: Dr. KH. Encep Safrudin Muhyi, M.M., M.Sc., Pimpinan Pondok Pesantren Fathul Adzmi Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Telah datang...

Read moreDetails

Puasa Mengikis Kesombongan

Tragedi Administratif Misbahul dan Fenomena Inses Birokrasi dalam Struktur Masyarakat Sipil

Ramadan, Momentum Penyucian Jiwa

Ramadan, Legitimasi Spiritual dan Sosial 

Royal Baroe: Rebranding Pariwisata Kota Serang atau Riasan Semata?

Isra Mi’raj sebagai Kritik Teologis atas Elitisme dan Teknokrasi Indonesia

Isra Mi’raj Meneguhkan Tonggak Spiritual 

Nataru: Refleksi Nilai Kedamaian dan Kekuatan Toleransi Beragama 

Dunia Mencatat Langkah Indonesia Memperluas Akses Pendidikan bagi Semua

Next Post

Juventus Juara Liga Champions, Buffon Layak Dapat Ballon d'Or

Loket Tiket di Terminal Terpadu Merak Tak Digunakan PO Bus

Kapolres Serang: Kebhinekaan Sedang Diuji

Kapolres Serang: Kebhinekaan Sedang Diuji

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen sebesar Rp 900 miliar

RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen sebesar Rp 900 miliar

Selasa, 28 April 2026 19:40
Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Selasa, 28 April 2026 18:28
Dinilai Tidak Transparan Gunakan Dana Desa Rp14 Juta, Pelatihan KDMP di Pandeglang Ricuh

Dinilai Tidak Transparan Gunakan Dana Desa Rp14 Juta, Pelatihan KDMP di Pandeglang Ricuh

Selasa, 28 April 2026 18:09
DPMPD Kabupaten Tangerang Perkuat Sistem Informasi Keuangan Desa

DPMPD Kabupaten Tangerang Perkuat Sistem Informasi Keuangan Desa

Selasa, 28 April 2026 18:03
Bupati Tangerang Apresiasi Baksos Kesehatan Gratis Satrad 401 Tanjung Kait Mauk

Bupati Tangerang Apresiasi Baksos Kesehatan Gratis Satrad 401 Tanjung Kait Mauk

Selasa, 28 April 2026 17:59
RSDP Serang Akan Tambah Tempat Tidur

RSDP Serang Akan Tambah Tempat Tidur

Selasa, 28 April 2026 17:34
RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen sebesar Rp 900 miliar

RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen sebesar Rp 900 miliar

Selasa, 28 April 2026 19:40
Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Selasa, 28 April 2026 18:28
Dinilai Tidak Transparan Gunakan Dana Desa Rp14 Juta, Pelatihan KDMP di Pandeglang Ricuh

Dinilai Tidak Transparan Gunakan Dana Desa Rp14 Juta, Pelatihan KDMP di Pandeglang Ricuh

Selasa, 28 April 2026 18:09
DPMPD Kabupaten Tangerang Perkuat Sistem Informasi Keuangan Desa

DPMPD Kabupaten Tangerang Perkuat Sistem Informasi Keuangan Desa

Selasa, 28 April 2026 18:03
Bupati Tangerang Apresiasi Baksos Kesehatan Gratis Satrad 401 Tanjung Kait Mauk

Bupati Tangerang Apresiasi Baksos Kesehatan Gratis Satrad 401 Tanjung Kait Mauk

Selasa, 28 April 2026 17:59
RSDP Serang Akan Tambah Tempat Tidur

RSDP Serang Akan Tambah Tempat Tidur

Selasa, 28 April 2026 17:34

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen sebesar Rp 900 miliar

RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen sebesar Rp 900 miliar

by Redaksi
Selasa, 28 April 2026 19:40

BANDUNG – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST)...

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

by AdityaRamadhan
Selasa, 28 April 2026 18:28

JAKARTA,RADARBANTEN.CO.ID  – PT Pertamina (Persero) mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan dan kemandirian energi nasional melalui...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak