SERANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017 secara online yang diberlakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten sulit diakses membuat sebagian wali murid memilih jalan pintas. Misalnya membayar jasa kepada pengelola warnet dengan tarif Rp 50 ribu untuk melakukan pendaftaran secara online.
“Kami sudah hampir putus asa karena sejak awal dibukanya pendaftaran SMA/SMK tahun ini benar-benar menguji kesabaran dan butuh tenaga yang ekstra. Karena kami diharuskan untuk online selama 24 jam, kan tidak mungkin,” kata Hana, salah satu wali murid, yang akan mendaftarkan anaknya ke SMAN 1 Kota Serang, saat ditemui awak media, Rabu (7/6).
Menurut Hana, pendaftaran SMA/SMK melalui sistem online tahun ini dirasakan tidak efisien, Bukan hanya menambah pekerjaan peserta, juga menyita waktu dan memakan biaya ekstra.
“Kalau servernya tidak bermasalah oke-oke saja. Kita bisa daftar di mana saja, kapan pun. Namun lihat nyatanya server sejak awal pendaftaran masih saja belum bisa dibuka dan mau tidak mau kami serahkan ke warnet yang dapat online selama 24 jam yang didaftarkan oleh petugas warnetnya langsung. Kami tingga membayar Rp 50ribu,” ujarnya.
Emi, seorang kepala sekolah taman kanak-kanak di Kota Serang, yang akan mendaftarkan putrinya juga resah. Pendaftaran kurang 10 hari dan peserta perlu memgurusi verifikasi data dan lain-lain.
“Kalau terus menerus begini, kami khawatir sekali. Kami takut anak-anak kami kehilangan hak mengenyam pendidikan,”kata Emi.
Kendati demikian, para wali murid berharap kepada pemerintah agar menerapkan sistem sistem online ini dengan matang.
“Kami berharap kalaupun mau mempermudah harus dipikirkan bagaimana ke depannya. Kalaupun harus sistem online dan animo peserta membludak, harusnya per sekolah punya web masing-masing agar tidak semua numpuk di satu wadah,” harapnya. (Wirda GH/risawirda@gmail.com)









