RANGKASBITUNG – Jumlah penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lebak menurun. Sejauh ini, kasus tersebut tercatat hanya mencapai 15 kasus. Jumlah tersebut menurun dibandingkan pada 2016 dengan 720 kasus dan tujuh diantaranya meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesahatan Kabupaten Lebak Maman Sukirman menuturkan, penurunan jumlah penderita penyakit DBD merupakan hasil dari upaya sosialisasi dan fogging focus di sejumlah tempat yang endemis, khususnya melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Selain itu, peran para Juru Pemantau Jentik (Jumantik), ucap Maman, juga dinilai sangat membantu untuk mencegahnya jentik nyamuk yang berpotensi DBD, karena turun langsung ke rumah – rumah warga untuk melakukan sosialisasi dan pemantauan tempat yang berpotensi DBD.
“Bukan hanya Jumantik warga juga kita sosialisasikan agar tahu bagaimana mencegah DBD tersebut,” ujar Maman, Rabu (5/7).
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Lebak Firman Rahnatullah menambahkan, meskipun DBD cenderung menurun, namun, warga dihimbau untuk senantiasa meningkatkan perilaku pola hidup sehat, sehingga, berbagai penyakit dapat dicegah termasuk DBD.
“Apalagi cuaca saat ini tak menentu dan tak dapat diprediksi. Pola hidup sehat harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Dia mengatakan, sejumlah wilayah di Lebak yang masuk daerah endemis DBD yakni Kecamatan Rangkasbitung, Cibadak, Kalanganyar, Cimarga, Cikulur, Sajira, Bayah dan Banjarsari. (Omat/twokhe@gmail.com)








