CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Cilegon mengalami peningkatan bila dibanding pada tahun 2023. Hal itu terlihat dari data laporan kasus DBD di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon tahun 2024.
“Di awal tahun ini ada peningkatan kasus DBD, Januari 2024 sebanyak 27 kasus, sedangkan di Januari 2023 ada 15 kasus. Tapi alhamdulillah tidak ada yang meninggal karena kasus DBD,” kata Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Masyarakat pada Dinkes Kota Cilegon, Febrinaldo, Rabu 28 Februari 2024.
Dari jumlah tersebut, lanjut Febri, kasus DBD terbanyak ditemukan di wilayah Puskesmas Purwakarta dan Ciwandan, masing-masing sebanyak terdapat lima kasus. Selanjutnya disusul Puskesmas Jombang sebanyak empat kasus.
Kemudian, di Puskesmas Cibeber, Citangkil, dan Grogol masing-masing terdapat tiga kasus. Puskesmas Pulomerak dan Citangkil II dua kasus, dan Puskesmas Cilegon nol kasus.
Dengan meningkatnya kasus DBD pada awal tahun ini menjadi kewaspadaan baik bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat. untuk memberantas sarang nyamuk jenis Aedes Aegypti atau nyamuk penular demam berdarah.
Kata dia, adanya genangan air, baik disebabkan oleh hujan maupun genangan air bersih di rumah bisa menyebabkan mudahnya menjadi sarang nyamuk yang berisiko menularkan demam berdarah.
Untuk itu, dirinya mengajak kepada masyarakat agar selalu meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk atau PSN di rumah maupun di lingkungan masing-masing.
“Sekarang ini lagi musim hujan, yang mana banyak genangan air penyebab timbulnya jentik-jentik nyamuk dan mudah berkembang biak. Untuk itu, perlu waspada harus rajin-rajin PSN,” tukasnya. (*)
Reporter: Raju











