JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Rabu (20/9) ini di Jakarta melantik 72 anggota Bawaslu 24 provinsi periode 2017-2022. Mereka menggantikan pengurus periode 2012-2017 yang baru saja menyelesaikan masa babaktinya.
Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan, tantangan berat sudah menanti jajarannya di daerah. Pasalnya, dua agenda besar sudah menanti. Yakni pilkada 2018 dan pemilu serentak 2019.
“Harus betul-betul siap menyambut tantangan tersebut,” ujarnya saat memberikan sambutan pada acara pelantikan di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, sebagaimana dilansir JawaPos.com.
Abhan menjelaskan, dengan dilakukannya pemilu serentak antara pemulihan legislatif dan pemilihan presiden, maka aspek pengawasan dipastikan lebih berat. Sebab keterlibatan aktor politik akan semakin banyak.
Mantan Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah itu menambahkan, keberhasilan pemilu tidak hanya diukur dari keamanannya saja. Namun juga kualitas dan integritas penyelenggara. Oleh karena itu, dia menekankan agar pengawasan harus dimaksimalkan.
“Masih rentan terjadinya politik uang, perilaku politik uang ini dapat merusak integritas Pemilu kita. Sekali lagi, ini adalah tantangan bagi Bawaslu,” tuturnya.
Untuk diketahui, 24 Bawaslu provinsi yang melakukan pergantian adalah adalah Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, Kepulauan Babel, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
Selain itu, ada juga Bawaslu Provinsi NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara dan Papua Barat. Di mana masing-masing terdiri dari tiga anggota. (FAR/JPC)










