SERANG – Keluarga dari Walikota Cilegon TB Iman Ariyadi angkat bicara terkait operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyebut Iman Ariadi sebagai salah satu dari 10 orang yang terkena OTT Jumat malam.
Kakak kandung Iman, Ati Marliati mewakili keluarga menjelaskan, pada saat OTT, Iman sedang berada bersamanya di Jakarta. “Ada beberapa hal yang harus kita luruskan, apakah betul pak wali kena OTT atau enggak,” kata perempuan yang juga mejabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon dalam keterangan pers di kantor Pemerintah Kota Serang, Sabtu (23/9).
Ati menjelaskan, kejadian OTT yang dilakukan KPK benar terjadi di Pemerintahan Kota Cilegon. Namun terkait ikut tertangkapnya Iman Ariadi dalam aksi penindakan tersebut dinilai Ati hal yang keliru. Karena Ati menyebut Iman saat ada acara keluarga ketika OTT dilakukan.
Ati menjelaskan, saat di Jakarta bersamanya, Iman menerima telepon dari KPK. Isi pembicaraan telepon tersebut yaitu pemberitahuan dari KPK terkait aksi OTT yang terjadi pada Jumat malam tersebut.
“Di telepon KPK meminta pak wali untuk datang ke kantor KPK untuk dimintai keterangan. Sebagai kepala daerah dan warga negara yang baik, pak wali datang,” ujar Ati didampingi Wakil Walikota Cilegon Edi Ariadi dan Sekda Kota Cilegon Sari Suryati.
Dijelaskannya, sampai sekarang politisi partai Golkar tersebut masih berada di KPK guna memberikan keterangan. “Lalu apa masalahnya? Sampai sekarang kami masih menunggu,” ujar Ati.
Terkait bersama siapa saja Iman Ariadi di Jakarta dan acara keluarga seperti apa, Ati enggan menjawab. “Tidak perlu tahu lah acaranya apa,” ujarnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)










