SERANG – Kasus suspect difteri di Kabupaten Serang mencapai 14 orang. Dengan adanya kasus ini, Kabupaten Serang masuk pada Kejadian Luar Biasa (KLB). Sehingga ditargetkan 52000 lebih pasien untuk imunisasi. Namun, Dinas Kesehatan Kabupaten Serang baru mampu 1,4 persen pasien yang diimunisasi pada bulan Desember ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Sri Nurhayati mengatakan jika melihat kenyataan di lapangan, target 95 persen melaksanakan Outbreak Response Imunization (ORI) dengan vaksinasi terhadap puluhan ribu pasien, pihaknya merasa keteteran. Dokter Sri menargetkan Januari 2018 bisa terealisasi untuk 95 persen sudah vaksinasi.
“Dengan SDM yang terbatas, kami rasa tidak akan mampu mengatasi KLB ini pada Desember. Butuh sinergi, dan komitmen semua kepentingan bukan hanya Dinkes saja,” kata dia usai Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi dalam Rangka Persiapan Outbreak Response Imunization di Aula TB Suwandi, Kabupaten Serang, Rabu (13/12) sore. Dijelaskannya, agar anak cukup kebal harus dilakukan pola imunisasi 0 – 1- 6 bulan. Artinya, bila sudah imunisasi pada 11 Desember, pasien harus diimunisasi satu bulan mendatang pada 11 januari 2018 dan enam bulan berikutnya pada 11 Juli 2018.
Dinkes Kabupaten Serang terus berusaha agar kekebalan populasi bisa semakin kuat. Sehingga kasus difteri yang pernah muncul sepuluh tahun lalu ini dapat hilang dengan cara melaksanakan ORI. Kendati demikian, masalah ketersediaan vaksin memang belum secara menyeluruh ada di tiap Puskesmas, tetapi ia pastikan secara berkala akan terus menyuplai ketersediaan vaksin tersebut secara gratis.
“Kami fokuskan terlebih dahulu bagi anak sekolah. Karena sebetar lagi mau libur. Posyandu-posyandu juga rutin hingga akhir desember mendatang,” paparnya.
Sementara itu Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menegaskan bahwa kasus difteri ini jangan dianggap sepele. Menurutnya, kasus KLB di Kabupaten Serang cukup serius jangan sampai menimpa masyarakatnya. Menyikapi masih banyaknya pasien maupun individu yang belum vaksinasi, ia merasa khawatir akan hal itu. Sehingga ia menyarankan untuk segera melakukan imunisasi baik di Posyandu, Puskesman maupun rumah sakit.
“Masih banyak sekali, kelompok masyarakat terutama anak-anak dan sekarang bisa menyerang orang dewasa. Ini -masalah serius rumah sakit rumah sakit, siapa pun itu yang terkena harus ditangani sebaik mungkin untuk menyelamatkan pasien dan menanggulangi penyebarannya,” tukasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).









