CILEGON – Lebih dari dua jam mobil ambulance hilir mudik di depan Rumah Sakit Kurnia Kota Cilegon untuk mengevakuasi seluruh pasien. Pasien di pindahkan lantaran RS Kurnia dipenuhi asap dampak ada percikan api yang berasal dari ruang radiologi.
Managemen RS Kurnia Edi Kusnadi membenarkan kebakaran itu terjadi di ruang radiologi. “Diruang Radiologi, itu saja. Dan ini sudah terlokalisir. Apar sudah digunakan, dan listrik sudah langsung dimatikan. Tidak ada api yang membesar, hanya asap. Pasien sudah kita evakuasi,” ujarnya singkat, Kamis (14/12).
Pasien didampingi oleh keluarganya masing-masing menunggu jemputan mabil ambulance yang dalam antrean. Pasen dievakuasi menuju Rumah Sakit Kurnia Kramatwatu dan Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cilegon Nikmatullah tampak turun kelokasi RS Kurnia Cilegon yang didampingi oleh Camat Jombang Agus Ariyadi.
Nikmatullah mengaku datang setelah menerima laporan adanya kebakaran dari jajarannya. “Sesuai laporan kita langsung kelokasin dan sudah siap siaga. Tadi petugas sudah masuk, dua mobil pemadam kebakaran dan dua unit water suplai masih terus kita siagakan,” ujarnya.
Ia menyayangkan lokasi alat pemadam kebakaran RS Kurnia Cilegon yang ditempatkan jauh dari ruangan rawan kebakaran. “Apar ada tapi jauh. Arahan saya sih kalau mendirikan bangunan itu harus sudah ada standar aparnya itu, ini mungkin belum pada tempatnya,” katanya.
Camat Jombang Agus Ariyadi mengaku telah menghubungi Puskesmas Jombang untuk segera menerjunkan mobil ambulancenya membantu mengevakuasi pasien. “Pasien sambil berjalan masih dievakuasi. Tapi laporan dari dokter sudah terevakuasi semua. Sudah sigap,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)









